Jumali Kamis, 20 Agustus 2026 15:37 WIB

Instagram: toprakrazgatlioglu7
Harianjogja.com, JOGJA— Pembalap anyar Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, belum menyerah mengejar hasil terbaik pada musim debutnya di MotoGP 2026. Juara dunia WorldSBK itu masih membidik finis 10 besar dalam balapan-balapan yang tersisa musim ini.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Toprak karena ia belum pernah finis di posisi 10 besar sepanjang musim debutnya. Hasil terbaik pembalap asal Turki itu sejauh ini adalah posisi ke-11 di MotoGP Hungaria dan Sprint Race MotoGP Ceko di Brno.
Dalam tiga seri terakhir, performanya juga belum menunjukkan konsistensi. Finis terbaik Toprak dalam periode tersebut hanya berada di posisi ke-14.
Toprak Tak Pasang Target Muluk
Toprak menyadari persaingan di MotoGP tidak mudah, terlebih dirinya masih beradaptasi dengan karakter motor dan kompetisi yang berbeda dari WorldSBK.
Meski begitu, ia masih memiliki waktu untuk mengejar target tersebut. Dengan 10 balapan tersisa, pembalap Pramac Yamaha itu ingin memanfaatkan setiap seri untuk meningkatkan performanya.
"Saya masih menargetkan finis di 10 besar tahun ini. Dalam 10 balapan terakhir, saya akan mencoba berkembang lebih jauh, dan mungkin kita bisa melihat beberapa finis 10 besar. Kalau kami bisa melakukannya, itu akan membuat saya senang," ujar Toprak seperti dilansir Crash.net.
Toprak tidak menampik bahwa target tersebut sulit diwujudkan. Namun, ia memilih tetap fokus mencari hasil terbaik daripada memasang ekspektasi terlalu tinggi pada musim pertamanya.
"Tapi itu tidak mudah. Saya mencoba mendapatkan hasil terbaik," tambahnya.
Kesempatan untuk mengejar target tersebut masih terbuka melalui 10 balapan terakhir kalender MotoGP 2026, termasuk seri di Silverstone, Aragon, dan Valencia.
Adaptasi dengan Motor Yamaha Masih Berjalan
Performa Toprak juga tidak dapat dipisahkan dari proses adaptasinya dengan Yamaha YZR-M1 bermesin V4 yang masih berada dalam tahap pengembangan.
Perpindahan dari WorldSBK ke MotoGP membuat Toprak harus menyesuaikan diri dengan karakter motor, ban, serta tuntutan balap yang berbeda.
Sejauh musim berjalan, hasil terbaik pembalap Yamaha lainnya juga menunjukkan ketatnya persaingan. Jack Miller mencatat finis terbaik di posisi kedelapan, sedangkan Fabio Quartararo dan Alex Rins masing-masing pernah finis kelima dan kesembilan.
Kondisi itu membuat Toprak masih memiliki ruang untuk berkembang. Setiap seri menjadi kesempatan baginya untuk memahami lebih jauh karakter M1 sekaligus mencari cara agar mampu bersaing lebih dekat dengan pembalap papan atas.
Finis 10 Besar Jadi Ukuran Kemajuan
Bagi Toprak, finis 10 besar bukan sekadar pencapaian statistik. Hasil tersebut juga dapat menjadi indikator bahwa proses adaptasinya di MotoGP mulai membuahkan hasil.
Pembalap berusia 29 tahun itu datang ke MotoGP dengan reputasi besar setelah meraih gelar juara dunia WorldSBK. Namun, performa di kelas utama MotoGP membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan karakter balap yang berbeda.
Karena itu, Toprak memilih pendekatan realistis. Ia tidak langsung menargetkan kemenangan atau podium, melainkan berusaha mendapatkan posisi 10 besar terlebih dahulu.
Dengan 10 balapan yang masih tersedia, peluang untuk memenuhi target tersebut tetap terbuka. Konsistensi akan menjadi faktor penting apabila Toprak ingin memperbaiki catatannya pada musim debut.
Perjuangan Toprak Razgatlioglu menembus 10 besar pun menjadi salah satu hal menarik untuk diikuti pada paruh akhir MotoGP 2026. Hasil yang diraihnya bukan hanya menentukan posisi di klasemen, tetapi juga menjadi bagian dari proses adaptasinya menuju level kompetitif yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































