Tren Positif Berlanjut, IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,36%

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 di zona hijau, tetapi penguatan terpangkas dibandingkan dengan awal perdagangan. 

IHSG parkir di level 7.117,98, naik 25,51 poin atau 0,36%, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 349 saham naik, 321 turun, dan 289 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 12,3 triliun, melibatkan 24,65 miliar saham dalam 1,53 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.702 triliun. 

Sebagai informasi, IHSG hari ini dibuka naik lebih dari 1%. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.204,78 sebelum akhirnya memangkas penguatan. 

Saham perbankan dan telekomunikasi menjadi pendorong utama IHSG. Mora Telematika (MORA) yang naik 15,31% memiliki bobot terbesar dengan 14,35 poin. 

Kemudian diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 10,98 poin, Bank Central Asia (BBCA) 9,37 poin, Bank Mandiri (BMRI) 7,82 poin, dan Telkom (TLKM) 4,18 poin. 

Di posisi yang berbeda, saham-saham Prajogo Pangestu menjadi pemberat IHSG. Chandra Asri Pacific (TPIA), Barito Renewables Energy (BREN), dan Barito Pacific (BRPT) total membebani 23,35 poin. 

Sementara bursa di kawasan juga kompak melesat. Indeks Nikkei memimpin penguatan dengan kenaikan 5,92%, Taiwan naik 2,1%, dan Kospi di Korea Selatan naik 0,42%.

Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.608, naik 1,52%. 

Dalam perkembangan perang, Iran pada Rabu menyatakan sedang meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Ini berpotensi mengakhiri perang secara resmi. Namun, proposal tersebut belum menyelesaikan tuntutan utama AS, yakni penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dalam unggahan di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer AS yang dikenal sebagai Operation Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar.

Seiring meredanya ketegangan, harga minyak juga turun. Harga minyak anjlok karena para trader mengurangi eksposur mereka dengan harapan perang akan segera berakhir. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% menjadi US$95,08 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 7,83% menjadi US$101,27 per barel.

Dari dalam negeri, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menetapkan Permendag No 12 Tahun 2026 pada 28 April 2026 dan mulai berlaku pada 29 April 2026. Aturan ini merupakan perubahan kelima atas Permendag No 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Dalam beleid tersebut, pemerintah memperluas cakupan pengendalian ekspor, termasuk daftar komoditas yang diatur, mulai dari beras, produk hewan, perikanan, hingga hasil tambang.

Selain itu, kewenangan penangguhan, pembekuan, dan pencabutan izin ekspor kini juga dapat diusulkan oleh kementerian atau lembaga terkait dan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian.

Kebijakan ini ditegaskan untuk memperkuat kendali pemerintah agar aktivitas ekspor tetap berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan domestik serta kepentingan nasional.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|