Trump: Konflik AS-Iran Berlanjut Selama Masih Diperlukan

4 hours ago 1

 Konflik AS-Iran Berlanjut Selama Masih Diperlukan Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Trump menegaskan Washington siap melanjutkan operasi militer selama masih diperlukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya konflik yang melibatkan AS, Iran, dan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda itu. Maksud saya, saya punya ide sendiri... [Konflik dengan Iran] itu akan berlangsung selama masih diperlukan," kata Trump.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan fasilitas serta menimbulkan korban sipil.

Pemerintah Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Aksi balasan itu semakin memperbesar eskalasi konflik yang kini menjadi perhatian dunia internasional.

Pada tahap awal operasi militer, Amerika Serikat dan Israel menyebut serangan yang mereka lakukan sebagai langkah “preemtif”. Kedua negara menilai operasi tersebut diperlukan untuk merespons ancaman dari program nuklir Iran.

Namun, dalam perkembangan berikutnya, kedua negara juga menyampaikan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran sebagai bagian dari tujuan strategis mereka.

Dalam rangkaian konflik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer gabungan AS–Israel. Pemerintahan Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah hingga kini masih terus berkembang, dengan berbagai negara dan organisasi internasional memantau dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap stabilitas regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|