Trump Mohon Sekutu Ikut Amankan Selat Hormuz, Ramai-Ramai Jawab Begini

4 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada negara-negara sekutu untuk membantu mengamankan Selat Hormuz memicu beragam respons dari sejumlah negara. Permintaan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan seiring perang antara Israel dan Iran yang kini memasuki minggu ketiga.

Trump pada akhir pekan lalu mengatakan pemerintahannya telah menghubungi tujuh negara untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, ia tidak memerinci negara mana saja yang secara resmi diminta.

Dalam unggahan di media sosial sebelumnya, Trump menyebut berharap negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk turut ambil bagian dalam upaya pengamanan.

Berikut respons sejumlah negara terhadap permintaan Washington.

Jepang

Pemerintah Jepang menyatakan belum memiliki rencana untuk mengirim kapal angkatan laut guna mengawal kapal-kapal di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih mengkaji langkah yang dapat diambil sesuai kerangka hukum yang berlaku.

"Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara independen dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum," ujar Takaichi kepada parlemen pada Senin, seperti dikutip Reuters.

Australia

Pemerintah Australia juga menyatakan tidak akan mengirim kapal angkatan laut ke Selat Hormuz.

Menteri dalam kabinet Perdana Menteri Anthony Albanese, Catherine King, mengatakan Canberra memahami pentingnya jalur pelayaran tersebut bagi perdagangan global, namun keterlibatan militer tidak direncanakan.

"Kami tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz. Kami tahu betapa pentingnya hal itu, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta atau yang kami bantu," kata King dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah ABC.

Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan menyatakan masih mengkaji permintaan dari Washington sebelum mengambil keputusan.

"Kami akan berkomunikasi erat dengan AS mengenai masalah ini dan membuat keputusan setelah peninjauan yang cermat," kata kantor kepresidenan Korea Selatan dalam pernyataan pada Minggu.

Inggris

Perdana Menteri Keir Starmer telah membahas pentingnya membuka kembali Selat Hormuz dengan Trump, menurut juru bicara Downing Street.

Selain itu, Starmer juga melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.

Keduanya sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai situasi kawasan tersebut dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada Senin.

Sebelumnya, situasi memanas setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur laut sempit di antara Iran dan Oman yang selama ini menjadi rute vital pengiriman energi dunia. Penutupan tersebut memutus sekitar seperlima pasokan minyak global dan disebut sebagai salah satu gangguan terbesar terhadap rantai pasok energi internasional.

(tfa/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|