Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global.
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (4/4/2026).
"Waktu hampir habis — 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," ujarnya.
Pada 26 Maret, Trump mengatakan ia memperpanjang tenggat negosiasi nuklir menjadi 10 hari setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz.
Eskalasi di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Iran juga membatasi pergerakan kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, sehingga berpotensi menekan pasokan energi dan memicu gejolak harga minyak dunia.
sumber : ANTARA

11 hours ago
3















































