Tubuh Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Kurang Vitamin D

4 hours ago 1

Tubuh Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Kurang Vitamin D Makanan sumber vitamin D. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Keluhan seperti tubuh mudah lelah hingga sering sakit ternyata bisa menjadi sinyal kekurangan vitamin D. Kondisi ini cukup sering terjadi karena asupan vitamin D dari makanan terbatas, sementara paparan sinar matahari juga tidak selalu optimal.

Vitamin D dikenal berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, keseimbangan energi, hingga fungsi kognitif. aamun, ketika kadarnya tidak mencukupi, tubuh dapat menunjukkan sejumlah gejala yang kerap diabaikan.

Sering Sakit Tanpa Sebab Jelas

Salah satu tanda paling umum adalah tubuh lebih mudah terserang penyakit. Ahli diet asal Amerika Serikat, Amy Goodson dan Lauren Manaker, seperti dikutip dari Eat This not That, Kamis (26/3/2026) menyebut vitamin D membantu tubuh melawan virus dan bakteri.

Ketika asupannya kurang, sistem imun melemah sehingga seseorang menjadi lebih sering sakit dibanding biasanya.

Energi Turun Meski Sudah Istirahat

Kelelahan yang terus-menerus juga bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D. Kondisi ini berbeda dari lelah biasa akibat aktivitas padat atau kurang tidur.

Menurut para ahli, vitamin D berperan dalam produksi energi tubuh. Kekurangannya dapat membuat seseorang tetap merasa lelah meski sudah beristirahat cukup.

Nyeri Otot Tanpa Pemicu Jelas

Rasa nyeri pada otot yang tidak berkaitan dengan olahraga juga patut diwaspadai. Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi fungsi otot dan menyebabkan kelemahan.

Akibatnya, tubuh terasa pegal berkepanjangan tanpa aktivitas fisik yang berat.

Dampak pada Kesehatan Tulang

Vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang. Kekurangan vitamin ini dapat berdampak pada penurunan kepadatan tulang.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko cedera hingga patah tulang. Selain itu, nyeri pada tulang dan punggung juga bisa muncul, bahkan dalam kasus tertentu berpotensi berkembang menjadi osteoporosis.

Dengan memahami tanda-tanda ini, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi tubuh. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Eat This not That

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|