Ucapan Keras Amran, Jamin Stok Beras-Pupuk Aman: Sudah Perhitungkan!

11 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membantah anggapan sejumlah pengamat yang menyebut penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu krisis pangan di Indonesia. Menurutnya, kondisi pangan nasional saat ini justru dalam posisi aman.

Menanggapi isu soal potensi krisis pangan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, Amran menilai anggapan itu tidak berdasar. Tak hanya itu, Amran menegaskan, Perang Iran tidak akan memicu krisis pupuk di Indonesia. 

"Oh pasti tidak benar. Ya mungkin pengamatnya bukan petani. Maklumi saja. Bukan sarjana pertanian asli," kata Amran dalam Konferensi Pers di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan optimisme tersebut bukan sekadar perkiraan, melainkan berdasarkan kondisi stok pangan yang saat ini tersedia.

"Loh bukan optimis, sudah sekarang banyak beras kok. Sampaikan salam hormatku, bahwa Insyaallah omongan saya benar. Kenapa? Barangnya sudah ada. Kita sudah terlatih menghadapi," ujarnya.

Amran juga menilai penutupan Selat Hormuz tidak berkaitan langsung dengan pasokan beras nasional, karena Indonesia tidak mengandalkan impor untuk komoditas tersebut.

"Dan beras tidak impor. Jadi, nggak berhubungan. Kira-kira apa yang menyulitkan kita?" ucap dia.

Alternatif Sumber Bahan Baku Pupuk

Menurut dia, potensi dampak yang mungkin muncul lebih berkaitan dengan pasokan bahan baku pupuk. Namun pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan dari beberapa negara.

"Palingan bahan baku, pupuk kan? Tetapi, alternatifnya kita ambil dari Rusia, Laos, Australia. Kami sudah perhitungkan semua," ujar Amran.

Sejalan dengan itu, Amran memastikan cadangan pangan nasional dalam kondisi kuat. Berdasarkan perhitungan pemerintah, stok pangan saat ini mampu mencukupi kebutuhan hingga 324 hari.

"Kita sudah tahu bahwa terjadi perang antara Iran dengan Israel. Kita mengumumkan kondisi pangan yang ada sekarang. Alhamdulillah setelah kami menghitung, kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini, itu tersedia sampai dengan 324 hari," katanya.

Cadangan tersebut berasal dari beberapa sumber, mulai dari stok Bulog hingga potensi panen yang masih berada di lahan.

"Mulai dari cadangan Bulog, itu 3,7 juta ton. Kemudian di Horeka 12 juta ton lebih. Kemudian standing crop, juga 10-11 juta ton," sebut dia.

Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga karena produksi juga terus berlangsung setiap bulannya.

"Totalnya bisa bertahan 324 hari. Dan bukan 324 hari stop. kita produksi terus menerus setiap bulan 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Range-nya antara minimal 2,6 juta sampai 5,3 juta ton setiap bulannya. Jadi, Insyaallah pangan aman," pungkasnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|