Vietnam Siaga 1 Krisis BBM karena Perang Timur Tengah, Lakukan Ini

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk mencegah gangguan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kenaikan harga akibat perang di Timur Tengah, Vietnam mempertimbangkan rencana menghapus tarif impor BBM. Hal ini dikatakan pemerintah, Senin (9/3/2026).

Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga ke level tertinggi sejak 2022. Hingga pukul 09.20 WIB dari catatan CNBC Indonesia, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa mereka telah menyusun dekrit yang akan memangkas tarif pajak impor menjadi nol pada beberapa produk minyak bumi. Ini untuk membantu menstabilkan pasar domestik dan memastikan keamanan energi nasional.

"Jika konflik berlanjut dan blokade Selat Hormuz terus berlanjut, pasokan alternatif di pasar internasional akan menjadi langka dan berisiko mendorong harga naik," kata Kementerian Keuangan, dalam sebuah pernyataan, merujuk pada perairan yang membawa 20% lebih minyak global, mengutip AFP.

Secara rinci, berdasarkan dekrit baru, tarif 10% untuk bensin tanpa timbal dan 7% untuk solar, bahan bakar penerbangan serta minyak tanah akan dihapus. Dektrif tarif akan berlaku hingga akhir April.

Di Vietnam, sejak perang dimulai lebih dari seminggu yang lalu dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, harga bahan bakar telah melonjak tajam. Harga bensin telah naik 21% menjadi 27.040 dong Vietnam (Rp 17.445) per liter, tertinggi sejak Juli 2022, sementara harga solar telah melonjak lebih dari 50%.

Media pemerintah, sebagaimana dimuat laman yang sama, mengatakan puluhan SPBU kecil telah tutup sementara atau mengurangi jam operasionalnya karena persediaan yang menipis. Para pengguna merasa kesulitan dengan beberapa orang putus asa tentang apa yang akan terjadi jika konflik Timur Tengah berkepanjangan.

"Harganya sangat tinggi. Gaji saya masih sama, tetapi harga gas terus naik secara signifikan," kata Le Quang, 25 tahun, seorang guru yang tinggal di Kota Ho Chi Minh.

"Saya rasa saya harus berjalan kaki ke tempat kerja."

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|