Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Sebuah kapal yang berhenti di perairan selatan Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian warganet di media sosial. Kapal tersebut terlihat jelas dari kawasan Bandara Internasional Yogyakarta maupun dari pesisir Pantai Glagah dan Pantai Congot.
Dari kejauhan, di badan kapal tampak tulisan Pertamina sehingga memunculkan dugaan bahwa kapal tersebut merupakan milik perusahaan energi pelat merah itu.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Marchelino Varieza, membenarkan kapal tersebut merupakan armada milik Pertamina yang saat ini tengah menjalani perbaikan teknis.
“Kapal MT Sungai Gerong merupakan salah satu armada kapal yang mendukung pengangkutan avtur di dalam negeri dengan salah satu rutenya adalah pengangkutan avtur dari Refinery Unit IV Cilacap,” kata Robert saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Jalani Perbaikan di Perairan Sekitar Yogyakarta
Robert menjelaskan, kapal tanker bernama MT Sungai Gerong itu sedang menjalani proses perbaikan teknis di perairan sekitar Yogyakarta untuk menjaga keandalan operasional armada.
“Proses ini tidak mengganggu ketersediaan avtur di Indonesia yang saat ini dalam kondisi aman,” ujarnya.
Untuk menjaga distribusi bahan bakar pesawat tetap lancar, Pertamina juga telah menyiagakan kapal lain, yakni MT Commodore One yang saat ini berada di Cilacap serta MT Sei Pakning yang sedang dalam perjalanan menuju wilayah tersebut.
Menurut Robert, seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan standar keselamatan, keandalan operasional, serta prinsip HSSE agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan aman dan optimal.
Ia juga menyebutkan bahwa dari sisi distribusi laut, Pertamina Patra Niaga menyiagakan sekitar 345 kapal berbagai jenis untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Nelayan Antar Teknisi ke Kapal
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah, Aris Widihatmoko, mengatakan kapal tanker tersebut sudah terlihat berhenti di perairan selatan sejak Senin (9/3/2026).
Ia menyebut sejumlah nelayan sempat diminta membantu mengantar teknisi menuju kapal untuk melakukan perbaikan.
“Benar itu ada kapal berhenti. Dari jalan penghubung Pantai Glagah dan Pantai Congot sangat terlihat jelas kapal itu berhenti,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































