Warga RI Ramai-Ramai Ternak Kartu Pokemon, Bikin Kaya Mendadak!

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam Pokemon di Indonesia mengalami pasang surut dan tidak seperti di luar negeri yang trennya terus meningkat karena sudah memiliki basis penggemar yang lebih kompleks. Tren demam Pokemon di Indonesia sempat viral pada 2016 lalu, di mana saat itu banyak masyarakat terutama kalangan pemuda penasaran dengan aplikasi permainan di gadget yakni Pokemon GO.

Pokémon GO adalah permainan augmented reality (AR) berbasis lokasi untuk ponsel pintar (Android/iOS) yang dikembangkan oleh Niantic. Permainan ini menggunakan GPS untuk memungkinkan pemain menangkap, melatih, dan mempertarungkan Pokémon virtual di dunia nyata.

Bahkan, viralnya Pokemon GO membuat banyak orang saat itu terlena karena terlalu fokus pada permainan. Banyak orang yang hampir tertabrak kendaraan, masuk ke daerah terbatas, dan lain-lainnya, hanya untuk menangkap sebuah Pokemon di layar gadget.

Namun, pamor Pokemon GO di Indonesia hanya berlangsung selama setahun yakni hingga 2017. Meski pamornya sudah turun, masih ada beberapa komunitasnya yang aktif hingga kini.

Saat Pokemon GO viral, sejatinya kartu Pokemon di Indonesia sudah mulai bergeliat. Bahkan mungkin bertahan lama hingga Covid-19. Namun setelah Covid-19, trennya juga mengalami penurunan.

Pada 2026, tren perburuan kartu Pokemon di Indonesia mulai kembali bergeliat setelah dipamerkan oleh beberapa artis dan influencer di Indonesia dan luar negeri.

Saat ini, penjualan kartu Pokemon di gerai fisik maupun di event-event khusus cukup bergeliat. Bahkan, harganya pun ada yang sudah mencapai Rp1,5 miliar.

Kevin, salah satu kolektor kartu Pokemon mengungkapkan tren kenaikan perburuan kartu Pokemon di Indonesia juga bergeliat karena adanya peringatan Hari Pokemon ke-30 tahun per Februari 2026.

"Jadi memang hype-nya lagi naik-naiknya, terus orang momentumnya tahun ini kan pas 30 tahun Pokemon ya, jadi ramai lagi yang berburu kartu Pokemon," kata Kevin kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, kelangkaan kartu Pokemon yang membuat harganya mahal karena kartu tersebut hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas, sehingga banyak kolektor yang mengincar dan pada akhirnya membuat harga terkerek naik.

"Namanya langka, ya pasti jumlah kartunya enggak banyak, terbatas sekali. Jadi itu yang membuat dihargai mahal," jelasnya.

Contohnya saja saat Ia mengunjungi event Pokemon di Blok M, Jakarta Selatan pada akhir pekan lalu, di mana ada kartu Pokemon bergambarkan Pikachu mengenakan kostum Mario dan Luigi, di mana dalam satu pack kartu harganya mencapai Rp1,5 miliar.

"Mahalnya sih karena gambar yang ada dikartunya itu cukup langka, seperti kemarin saya temukan di event Blok M, itu ada gambar Pikachu berkostum Super Mario sama Luigi, itu satu set dijual Rp1,5 miliar," lanjutnya.

Selain itu, kartu yang Ia beli pada 2024 dengan harga sekitar Rp300.000, kini sudah dapat dihargai mencapai Rp2 juta.

"Saya ada satu kartu yang dulu pas awal dipasarkan sekitar 2024 itu harganya Rp300.000 , sekarang di pasaran ada yang jual sampe Rp2 juta," jelasnya.

Yongki, pemilik gerai kartu Pokemon di Agora Mall, Jakarta Pusat mengungkapkan harga kartu Pokemon yang dipajang di lemari khusus bisa mencapai Rp50 juta rupiah. Bahkan, ada juga kartu Pokemon yang tidak dipajang alias disimpan olehnya dengan harga mencapai Rp500 juta.

Penyebab mahalnya harga kartu Pokemon cukup beragam, mulai dari karakter yang tertera di kartu tersebut, penilaian atau grading kartu, kondisi kartu, dan lain-lain. Seperti karakter, di mana Pikachu dan Charizard menjadi yang paling banyak dicari karena kedua karakter ini sudah cukup kental dalam industri Pokemon.

"Karakternya jadi penentu, seperti Pikachu, itu kan karena masih jadi maskotnya Pokemon, Charizard karena sudah menjadi karakter khas Pokemon," terangnya.

Berikutnya penilaian kartu atau grading. Pemilik mengungkapkan pada awalnya, kartu-kartu Pokemon bisa dihargai tinggi karena sudah dinilai oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yakni Professional Sport Authenticator (PSA). Semakin tinggi nilai grading-nya, semakin mahal pula potensi harga kartu.

"Sebenarnya yang bikin mahal kartunya yakni karena sudah di-grading, kalau kartu Pokemon itu perusahaannya PSA, dari AS, biasanya nilai paling tinggi itu 10, itu bisa mahal," jelasnya.

Penilaian atau grading bergantung pada kualitas kartu, seperti posisi gambar karakter, kemiringan, dan lain-lain.

"Penilaian grading itu berdasarkan kualitas fisik kartu, misal gambarnya tepat di tengah, enggak miring-miring, whiteningnya pas, warnanya bagus, ya lebih presisi lah intinya," ujarnya.

Selain grading, kartu semakin mahal jika produksinya sudah cukup lama.

"Kartu yang keluaran tahun lama itu bisa dihargai lebih mahal, karena sudah mulai langka, contohnya keluaran 1998, itu sudah pasti mahal banget," ucapnya.

Namun yang utama, tingkat rarity-nya, yakni indikator tingkat kesulitan memperoleh kartu dari booster pack, yang menentukan nilai koleksi dan harga pasar. Hierarki kelangkaan ini, dari yang terendah hingga tertinggi, umumnya ditandai dengan simbol (lingkaran, berlian, bintang) dan tekstur atau efek holo pada kartu, seperti Common (C), Uncommon (U), Rare (R), Double Rare (RR), Super Rare (SR), hingga Secret Rare (UR/SAR).

Kolektor kartu Pokemon lain yakni Keni, mengungkapkan sudah ada yang menawarkan hingga puluhan juta. Namun, Ia memilih untuk tidak melepasnya karena cukup langka.

Adapun kolektor kartu Pokemon lain yakni Keni, mengungkapkan sudah ada yang menawarkan hingga puluhan juta. Namun, Ia memilih untuk tidak melepasnya karena cukup langka.

"Iya betul, beberapa hari terakhir, ada yang nawarin kartu saya sampai puluhan juta, tapi saya enggak mau lepas karena dapatnya saja sudah cukup effort, sebagai kolektor, bukan berarti selamanya soal uang," kata Keni.

Kartu-kartu yang ditawar harganya berkarakter Pikachu langka.

"Pikachu yang banyak dicari, mungkin karena masih jadi maskot Pokemon ya, sama Pokemon-Pokemon generasi awal-awal, itu yang biasanya mahal-mahal," ucapnya.

Penjualan kartu Pokemon pada toko ONcards di Mal Agora, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Penjualan kartu Pokemon pada toko ONcards di Mal Agora, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Harga Kartu Pokemon di Marketplace Sentuh Ratusan Juta Rupiah

Tak hanya di gerai fisik dan event-event tertentu, harga kartu Pokemon juga ada yang mencapai ratusan juta rupiah di marketplace atau e-commerce

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia di salah satu marketplace yakni Tokopedia, untuk harga kartu Pokemon bergambar Pikachu kostum Mario dan Luigi, harganya ada yang mencapai Rp600 juta untuk satu pack. Harga ini sudah termasuk kotak luar, wadah kartu, dan pelindung kartu.

Sedangkan untuk kartu lain yakni bergambar Pikachu Team Skull 2016 dibanderol hingga Rp400 juta di toko lainnya. Ada juga di toko lainnya yang menjual kartu Pikachu Battle Festa 2017 dibanderol Rp100 juta.

Youtuber Logan Paul Untung Ratusan Miliar Simpan Kartu Pokemon 5 Tahun

youtuber sekaligus pegulat Logan Paul menjual kartu Pokemon koleksinya seharga US$16,49 juta atau sekitar Rp278,3 miliar pada 17 Februari lalu (asumsi kurs saat itu Rp16.875/US$). Namun jika dikonversikan dengan kurs rupiah saat ini, yakni Rp17.130/US$, maka harganya mencapai Rp282,5 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk premi pembeli dan menjadi rekor kartu perdagangan termahal dalam lelang.

Logan Paul, yang juga menjadi bintang hiburan gulat WWE ini membeli kartu Pokemon langka seharga US$5,27 juta atau sekitar Rp89,67 juta lima tahun lalu.

Ia memiliki kartu Pikachu Illustrator yang sangat langka, di mana hanya ada 40 kartu tsrsebut di dunia, yang dibuat untuk kompetisi ilustrasi Pokémon di akhir 90-an, tepatnya pada 1998 silam.

Paul menjual kartu Pokemon langka tersebut melalui lelang Goldin Auctions, 16 Februari lalu.

Lelang tersebut sejatinya berlangsung selama 42 hari, tetapi berakhir setelah berjam-jam penawaran yang panjang.

"Kita mungkin telah membuat seseorang kelelahan selama siaran langsung di YouTube. Ya ampun, ini gila sih," kata Paul dikutip dari CNN, Rabu (22/4/2026).

Beberapa saat kemudian, seorang pejabat Guinness World Records muncul di layar dan mengkonfirmasi bahwa Paul telah menjual kartu koleksi termahal yang pernah ada di lelang tersebut.

Kali ini, kartu tersebut dijual di dalam kalung khusus yang dikenakan oleh Paul di WrestleMania 38, disertai janji darinya untuk mengantarkannya langsung kepada penawar yang menang.

CEO lelang Goldin, Ken Goldin mengatakan kartu tersebut menjadi yang paling diincar oleh banyak orang setelah lelang dilakukan.

"Ini adalah kartu koleksi yang paling didambakan di dunia," kata Goldin dilansir dari CNN.

Goldin menambahkan bahwa kartu Pokemon Illustrator dianggap sebagai "cawan suci dari semua kartu Pokémon" dan kartu milik Paul adalah yang diinginkan semua orang karena hampir sempurna, menjadikan satu-satunya kartu Illustrator yang dianggap sebagai kartu Grade 10 oleh lembaga otentikasi Professional Sport Authenticator (PSA) asal Amerika Serikat (AS).

"Kartu Pikachu Illustrator kini menjadi cawan suci karena dianggap paling sempurna dibandingkan kartu lainnya," lanjut Goldin.

Paul mendapatkan kartu Grade 10 yang sangat langka itu dengan menukarkan kartu Pikachu Illustrator PSA Grade 9 miliknya yang sebelumnya ia miliki - senilai US$1,275 pada Juli 2021 silam.

Hanya delapan kartu Pikachu Illustrator yang telah mendapatkan peringkat PSA Grade 9, dan penjualan Paul adalah satu-satunya yang mendapatkan peringkat PSA Grade 10, peringkat tertinggi dan paling diinginkan yang diberikan oleh PSA.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|