Wisata Gunungkidul Dipadati 66.909 Pengunjung Saat Libur HUT ke-81 RI

6 hours ago 6

Wisata Gunungkidul Dipadati 66.909 Pengunjung Saat Libur HUT ke-81 RI

Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. /Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Libur panjang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendorong lonjakan kunjungan wisata di Gunungkidul. Dalam dua hari, Sabtu-Minggu (15-16/8/2026), tercatat 66.909 wisatawan datang ke berbagai destinasi wisata di Bumi Handayani.

Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat kunjungan pada Sabtu (15/8/2026) mencapai 26.338 orang. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 40.571 orang pada Minggu (16/8/2026).

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan kunjungan wisata masih berlanjut pada hari berikutnya. Pada Senin (17/8/2026), sebanyak 15.579 wisatawan tercatat masuk ke sejumlah destinasi.

“Dua hari tercatat ada pengunjung sebanyak 66.909 orang. Untuk jumlah kunjungan Senin [17/8/2026] ada kunjungan sebanyak 15.579 jiwa,” katanya, Selasa (18/8/2026) siang.

Wisata Pantai Masih Jadi Pilihan Utama

Lonjakan jumlah wisatawan tersebut turut memberikan dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul dari retribusi masuk pariwisata. Selama periode libur panjang tersebut, penerimaan yang terkumpul tercatat lebih dari Rp987,3 juta.

“Untuk target PAD di tahun ini sebesar Rp36 miliar sudah terlampaui di awal Juli lalu dan hingga sekarang pendapatannya masih terus bertambah,” katanya.

Eko mengatakan tingginya minat wisatawan tidak terlepas dari keberadaan sejumlah destinasi baru di kawasan pantai, termasuk Drini dan Gesing. Penataan kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, juga dinilai turut mendorong kedatangan wisatawan.

“Kunjungan wisata di Gunungkidul masih didominasi wisatawan dengan tujuan ke pantai,” kata mantan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

DPRD Minta Target PAD Wisata Dinaikkan

Capaian pendapatan tersebut menjadi perhatian DPRD Gunungkidul. Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menilai target PAD pariwisata tahun ini dapat terlampaui tanpa harus menunggu hingga akhir 2026.

Karena itu, Ery mengatakan target PAD wisata akan kembali dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2026. Ia menilai target yang ditetapkan saat ini masih terlalu kecil.

Ery menjelaskan, dalam pembahasan APBD 2026, badan anggaran DPRD Gunungkidul sebelumnya telah meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar target pendapatan dari retribusi wisata ditetapkan Rp40 miliar.

“Tapi tidak disetujui. Setelah melalui pembahasan yang alot, akhirnya disepakati di kisaran RP36 miliar,” katanya.

Menurut Ery, target PAD wisata akan disesuaikan kembali dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Hal itu didasarkan pada capaian pendapatan yang sudah memenuhi target sebelum tahun anggaran berakhir.

“Kalau kami hitungkan dengan menekan potensi kebocoran, maka bisa lebih tinggi lagi dan PAD yang diraih bisa dioptimalkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|