Jumali Selasa, 12 Mei 2026 08:27 WIB

Tragedi Trisakti/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 12 Mei menyimpan banyak catatan penting yang membentuk sejarah Indonesia maupun dunia. Dari Tragedi Trisakti yang menjadi pemicu runtuhnya Orde Baru, hingga peringatan Hari Perawat Internasional yang menghormati jasa tenaga kesehatan, tanggal ini menjadi pengingat tentang perjuangan, kemanusiaan, dan perubahan besar dalam sejarah.
Bagi masyarakat Indonesia, 12 Mei identik dengan Tragedi Trisakti 1998. Pada hari itu, empat mahasiswa Universitas Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie tewas tertembak saat demonstrasi menuntut reformasi pemerintahan.
Peristiwa berdarah tersebut memicu gelombang demonstrasi besar dan kerusuhan di berbagai daerah yang kemudian mempercepat berakhirnya kekuasaan Soeharto. Hingga kini, Tragedi Trisakti dikenang sebagai simbol perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.
Di tingkat global, 12 Mei diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. Peringatan ini ditetapkan oleh International Council of Nurses sejak 1974 untuk menghormati kontribusi para perawat di seluruh dunia.
Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale pada 12 Mei 1820. Florence dikenal sebagai tokoh pelopor keperawatan modern setelah jasanya merawat tentara Inggris saat Perang Krimea. Ia memperbaiki sistem sanitasi dan menerapkan pencatatan medis yang membantu menurunkan angka kematian secara signifikan.
Selain itu, 12 Mei juga diperingati sebagai Hari Kesehatan Tumbuhan Internasional yang diinisiasi oleh Food and Agriculture Organization atau FAO. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan tanaman sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan dunia.
FAO memperkirakan sekitar 40 persen hasil panen global hilang setiap tahun akibat serangan hama dan penyakit tanaman. Dampaknya tidak hanya mengurangi pasokan pangan, tetapi juga merugikan petani hingga miliaran dolar setiap tahun.
Tanggal 12 Mei juga menjadi momentum kampanye kesadaran terhadap dua penyakit kronis yang sering kurang mendapat perhatian, yakni Fibromyalgia dan Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome atau ME/CFS.
Fibromyalgia ditandai dengan nyeri otot menyeluruh, gangguan tidur, dan kelelahan berkepanjangan. Sementara ME/CFS menyebabkan kelelahan berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Kedua kondisi tersebut sering sulit didiagnosis karena gejalanya kerap disalahartikan sebagai stres atau depresi.
Dalam sejarah dunia, 12 Mei 1949 menandai berakhirnya Blokade Berlin. Selama hampir satu tahun, Uni Soviet memutus akses darat menuju Berlin Barat. Sebagai respons, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menjalankan operasi pengiriman bantuan udara besar-besaran yang dikenal sebagai Berlin Airlift.
Keberhasilan operasi tersebut membantu menyelamatkan warga Berlin Barat dari krisis pangan sekaligus memperkuat solidaritas negara-negara Barat pada awal era Perang Dingin.
Sementara itu, dunia juga mengenang Gempa Sichuan 2008 yang terjadi pada 12 Mei 2008. Gempa berkekuatan 7,9 magnitudo tersebut mengguncang Provinsi Sichuan, Tiongkok, dan menewaskan lebih dari 87.000 orang.
Bencana itu menghancurkan ribuan bangunan, termasuk sekolah, serta membuat jutaan warga kehilangan tempat tinggal. Gempa Sichuan menjadi salah satu bencana paling mematikan pada abad ke-21 dan memicu operasi kemanusiaan besar-besaran di Tiongkok.
Tanggal yang sama juga tercatat dalam sejarah Kerajaan Inggris saat George VI dinobatkan sebagai Raja Britania Raya pada 1937 di Westminster Abbey. Ia naik takhta setelah kakaknya, Edward VIII, mengundurkan diri demi menikahi Wallis Simpson.
George VI dikenal sebagai sosok penting yang membantu menjaga semangat rakyat Inggris melalui pidato-pidatonya selama Perang Dunia II. Ia juga merupakan ayah dari Elizabeth II.
Beberapa peristiwa penting lain yang terjadi pada 12 Mei antara lain:
- Tahun 1551: Universitas Nasional San Marcos di Peru didirikan.
- Tahun 1941: Konrad Zuse memperkenalkan Z3.
- Tahun 1989: badan hukum Saksi-Saksi Yehuwa di Polandia resmi dibentuk.
Selain itu, 12 Mei juga menjadi hari kelahiran sejumlah tokoh, seperti Maman Abdurrahman dan Di Muhammad Devirzha.
Tanggal 12 Mei menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya berisi tragedi, tetapi juga perjuangan kemanusiaan, kemajuan ilmu pengetahuan, hingga solidaritas global. Dari Tragedi Trisakti hingga Hari Perawat Internasional, semuanya menyimpan pesan penting tentang keberanian, kepedulian, dan perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































