BMW Setop Produksi Z4, Nilainya Diprediksi Naik Tajam

1 hour ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 12 Mei 2026 09:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Pernah membayangkan memiliki mobil sport mungil bergaya agen rahasia dengan sensasi berkendara atap terbuka? Kesempatan itu kini makin langka. BMW resmi menghentikan produksi roadster legendaris Z4 setelah unit terakhir keluar dari pabrik Magna Steyr di Austria pada April 2026. Tanpa rencana penerus dalam waktu dekat, Z4 diprediksi bakal menjadi incaran kolektor otomotif.

The Drive melaporkan, bahwa BMW mengonfirmasi unit terakhir untuk pasar Eropa diproduksi pada Maret 2026, sedangkan pengiriman terakhir untuk pasar Amerika Serikat selesai pada April 2026. Penghentian produksi ini sekaligus menutup perjalanan salah satu roadster ikonik BMW yang sempat dikenal luas sebagai mobil bergaya ala agen James Bond.

Meski menjelang akhir masa produksi, permintaan BMW Z4 justru sempat meningkat pada kuartal pertama 2026. Penjualannya naik 4,9% secara tahunan menjadi 2.555 unit. Namun angka itu belum cukup menyelamatkan model tersebut dari penghentian produksi karena Z4 masih menjadi salah satu model dengan penjualan paling rendah di lini BMW.

Bagi penggemar otomotif yang masih ingin memilikinya, BMW menghadirkan edisi pamungkas bertajuk “Z4 Final Edition”. Varian khusus ini tampil lebih eksklusif dengan balutan warna Frozen Black metallic, paket Shadowline, atap lembut Moonlight Black, serta kaliper rem merah khas M Sport.

Masuk ke bagian interior, nuansa sporty langsung terasa lewat kombinasi jok kulit Black Vernasca dan Alcantara. Jahitan merah kontras menghiasi dasbor, konsol tengah, panel pintu, hingga karpet lantai. BMW membanderol edisi spesial ini mulai sekitar US$78.675 atau setara Rp1,28 miliar.

Tidak hanya Z4 yang menjadi sorotan, nasib “saudaranya”, Toyota GR Supra, juga menarik perhatian. Toyota disebut tengah menyiapkan generasi baru Supra tanpa lagi memakai platform BMW seperti model saat ini.

Calon penerus Supra dikabarkan akan menggunakan mesin enam silinder segaris hasil pengembangan bersama Mazda. Selain itu, tersedia pula opsi mesin hybrid 2.000 cc turbo milik Toyota yang diklaim mampu menghasilkan tenaga besar mendekati 400 hp.

Spekulasi lain menyebut Toyota bakal mengembangkan Supra generasi baru secara mandiri atau menggandeng Mazda untuk proyek tersebut. Langkah ini menandai perubahan besar setelah kolaborasi Toyota dan BMW pada generasi Supra sebelumnya.

Tidak berhenti di situ, Toyota juga disebut siap menghidupkan kembali nama legendaris Celica. Mobil sport tersebut diperkirakan hadir dalam format coupe modern dengan sistem penggerak semua roda (AWD).

Toyota Celica generasi baru, disebut oleh Carscoops bakal memakai mesin 2.000 cc turbo hybrid ramah lingkungan dengan tenaga mencapai 395 hp. Bahkan, ada kemungkinan varian performa tinggi menggunakan konfigurasi mesin tengah untuk kebutuhan rally.

Di tengah tren elektrifikasi dan dominasi SUV global, keberadaan mobil sport konvensional berpenggerak roda belakang dan atap terbuka kini semakin langka. Kondisi itu membuat BMW Z4 berpotensi menjadi barang koleksi bernilai tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi pemilik BMW Z4, momen ini bisa menjadi keuntungan tersendiri. Semakin sedikit unit yang tersedia di pasar, semakin besar peluang nilai jual mobil tersebut meningkat sebagai mobil sport klasik modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|