Sejumlah pelajar berangkat sekolah menggunakan perahu tradisional melewati kawasan yang diselimuti kabut asap di Sungai Ogan, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/8/2026). Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di berbagai Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan 5.690 titik api tersebar di seluruh wilayah Indonesia selama musim kemarau dan El Nino. Titik api terbanyak berada di Kalimantan Barat, Papua Selatan dan Riau.
"Hingga tanggal 2 Agustus, jumlah titik api di Indonesia mencapai 5.690 titik," ucap Direktur Perubahan Iklim Fachri Radjab saat mengikuti diskusi El Nino Kuat 2026-2027 dan dampaknya di Indonesia yang digelar Pusat Perubahan Iklim (PPI) ITB, Kamis (13/8/2026).
Ia melanjutkan peningkatan titik api terjadi lebih cepat pada Maret hingga Juli tahun 2026 dibandingkan tahun 2015, 2019 dan tahun 2023. Provinsi Kalimantan Selatan, Papua Selatan dan Riau menjadi wilayah terbanyak ditemukan titik api.
Fachri melanjutkan potensi puncak risiko kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Agustus sampai September dan akan meluas khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Beberapa provinsi prioritas terjadi risiko karhutla yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.
Selain itu, meningkat di bulan Oktober untuk Sulawesi. Sedangkan penurunan karhutla terjadi periode Oktober menuju November. Pemantauan dan pengawasan di daerah-daerah tersebut untuk mencegah eskalasi titik api.

6 hours ago
6















































