Ilustrasi berdoa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Hidayah merupakan karunia terbesar yang mengantarkan seseorang untuk mengenali kebenaran, menerima petunjuk Allah SWT, dan istiqamah menapaki jalan-Nya.
Namun, tidak semua orang mampu mempertahankan cahaya hidayah dalam dirinya.
Ada berbagai penghalang yang dapat membuat hati berpaling dari kebenaran yaitu sebagai berikut:
Pertama, lawan dari hidayah adalah kesesatan. Kesesatan berarti seseorang tidak mendapatkan taufik untuk memperoleh petunjuk dan menempuh jalan Allah yang lurus. Akibatnya, ia tersesat dalam berbagai jalan penyimpangan, lalai terhadap peringatan Allah SWT:
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًۭا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ١٥٣
"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." (QS Al-An'am: 153)
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال: ((خطَّ لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يومًا خطًّا فقال: هذا سبيل الله، ثم خط عن يمين ذلك الخط، وعن شماله خطوطًا، فقال: هذه سُبُلٌ، على كل سبيل منها شيطان يدعو إليها؛ ثم قرأ هذه الآية: ﴿ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ﴾ [الأنعام: 153]))؛ [رواه أحمد].
Abdullah bin Mas'ud RA meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW membuat sebuah garis di hadapan kami. Beliau kemudian bersabda, “Ini adalah jalan Allah.”

4 hours ago
5
















































