85 Investor Incar PSEL Semarang, Nilainya Capai Rp3 Triliun

7 hours ago 2

85 Investor Incar PSEL Semarang, Nilainya Capai Rp3 Triliun

Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang dipotret dari atas. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Harianjogja.com, SEMARANG—Proyek ambisius Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang menarik perhatian besar dari investor. Nilai investasi yang mencapai Rp3 triliun membuat proyek ini dilirik oleh puluhan pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Kota Semarang mencatat setidaknya 85 investor telah menyatakan minat terhadap proyek strategis tersebut. Tingginya antusiasme ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan terhadap kesiapan Semarang dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkapkan bahwa pada Kamis (4/6/2026), enam perusahaan bahkan telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek di TPA Jatibarang. Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penjajakan sebelum masuk ke tahap investasi lebih lanjut.

“Minat investor sangat tinggi, dan ini menunjukkan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam menjalankan proyek energi berbasis lingkungan,” ujarnya.

Jumlah investor tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Dalam waktu dekat, sejumlah calon investor lainnya dijadwalkan melakukan kunjungan lanjutan guna melihat langsung potensi proyek di lapangan.

Menurut Agustina, persoalan sampah di perkotaan tidak bisa lagi ditangani dengan cara konvensional seperti penimbunan semata. Diperlukan terobosan inovatif agar sampah dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi kota. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi dan manfaat ekonomi,” tegasnya.

Proyek PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kawasan Semarang Raya yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Selain menjadi solusi regional, proyek ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antardaerah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menambahkan bahwa tingginya minat investor mendorong percepatan tahapan lanjutan. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan dokumen teknis serta finalisasi proses lelang.

“Hasil market sounding sangat positif. Kami terus menyiapkan data dan dokumen agar proses investasi berjalan lancar,” jelasnya.

Dengan penerapan teknologi pengolahan modern, volume sampah yang selama ini menumpuk di TPA Jatibarang diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Di sisi lain, energi listrik yang dihasilkan akan menjadi sumber daya baru bagi masyarakat.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, proyek ini juga berpotensi membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, serta meningkatkan daya saing Kota Semarang di tingkat nasional maupun global.

Pemkot Semarang menargetkan proyek ini menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah saat ini, tetapi juga menciptakan masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|