Budaya Membaca dan Amal Sederhana Jadi Bekal Kebaikan Dunia-Akhirat

4 hours ago 3

Budaya Membaca dan Amal Sederhana Jadi Bekal Kebaikan Dunia-Akhirat

Kegiatan bedah buku berjudul Sunnah Sedirham Surga yang digelar DPAD DIY bersama DPRD DIY di Pendopo Kasudartan, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman, Kamis (25/6)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Kebiasaan membaca dan membiasakan amal-amal sederhana dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi bekal penting bagi kehidupan yang lebih baik, sekaligus bernilai pahala sebagai bekal di akhirat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku berjudul Sunnah Sedirham Surga yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Pendopo Kasudartan, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman, Kamis (25/6).

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengatakan bahwa ilmu yang diperoleh melalui membaca seharusnya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, berbagai amal sederhana yang dilakukan dengan niat ikhlas dapat menjadi bekal berharga di hadapan Allah SWT sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia mencontohkan tindakan sederhana seperti membersihkan fasilitas umum tanpa diketahui orang lain, menyingkirkan benda berbahaya dari jalan, menjaga silaturahmi, hingga mendoakan sesama secara diam-diam.

“Amal-amal kecil yang dibingkai dengan niat yang ikhlas bisa menghasilkan pahala yang besar,” kata Sofyan dalam pemaparannya, Kamis.

Menurutnya, masyarakat sering kali menganggap remeh perbuatan-perbuatan kecil tersebut. Padahal, kebiasaan berbuat baik secara konsisten mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, mempererat hubungan sosial, serta membentuk karakter yang lebih peduli terhadap sesama.

Ia menyarankan agar masyarakat membaca buku berjudul Sunnah Sedirham Surga karya Salim A. Fillah yang diterbitkan Pro-U Media. Buku ini memuat kisah-kisah yang menceritakan praktik baik sederhana dengan meneladani tokoh-tokoh penting.

“Menyampaikan pengetahuan melalui kisah atau cerita lebih mudah dipahami dan membekas dibandingkan penjelasan yang bersifat teoritis,” katanya.

Metode serupa juga banyak digunakan dalam Al-Qur'an yang menyampaikan pesan-pesan melalui berbagai kisah.

Selain membahas pentingnya literasi, Sofyan juga mengangkat sejumlah hikmah dari kisah-kisah yang terdapat dalam buku yang dibahas. Salah satu cerita adalah tentang Kiai Bisri Musthofa yang berpesan kepada para mubalig agar makan terlebih dahulu sebelum berangkat berdakwah. Pesan tersebut mengandung nilai keikhlasan agar seorang pendakwah tidak memiliki harapan memperoleh jamuan atau keuntungan pribadi saat menyampaikan dakwah.

“Jangan sampai ayat-ayat yang mulia disampaikan dengan disertai harapan-harapan duniawi yang kecil,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Penerbit Pro-U Media, Hammad Rosyadi, mengajak generasi muda untuk memilih teladan yang tepat dengan mempelajari kisah para ulama dan orang saleh yang telah terbukti integritas serta kebaikannya hingga akhir hayat.

Ia menilai membaca sejarah dan perjalanan hidup tokoh-tokoh teladan dapat menjadi sarana belajar yang efektif untuk membangun visi hidup serta menumbuhkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Ambil pelajaran dari siapa saja yang memiliki kebaikan. Tetapi untuk keteladanan, carilah orang-orang yang sudah terbukti baik hingga akhir hayatnya,” kata Hammad.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan budaya membaca perlu terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, masyarakat kini lebih sering menerima informasi secara instan melalui telepon genggam dibandingkan aktif mencari pengetahuan melalui membaca.

“Aktivitas kognitif seperti membaca masih belum menjadi kebiasaan yang kuat, padahal membaca memiliki banyak manfaat bagi kualitas berpikir dan daya ingat,” kata Hadi.

Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan membaca buku dan menulis tangan secara rutin dapat membantu menjaga fungsi otak serta meningkatkan konsentrasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital e-Jogja yang menyediakan puluhan ribu buku elektronik secara gratis. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|