
foto memo pagi: Suasana bedah buku di Balai Padukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kamis (25/6)./ Harian Jogja - Kiki Luqman
GUNUNGKIDUL - Pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus didorong sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. Upaya itu salah satunya dilakukan melalui kegiatan Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Padukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kamis (25/6).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, sebagai narasumber serta melibatkan praktisi pengelolaan sampah dan penulis buku. Puluhan warga mengikuti diskusi yang membahas berbagai cara mengelola sampah agar memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, menjelaskan pelaksanaan bedah buku tersebut berawal dari usulan masyarakat yang diajukan sejak tahun lalu. Usulan tersebut kemudian diproses melalui mekanisme perencanaan pemerintah daerah hingga akhirnya dapat direalisasikan tahun ini.
“Tahun lalu, warga meminta agar bedah buku juga digelar di Padukuhan Kedungpoh Lor. Setelah diproses, usulan bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Imam, Kamis.
Menurut dia, seluruh kebutuhan kegiatan telah direncanakan jauh hari sebelumnya, termasuk fasilitas yang diterima peserta. Bahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DPRD DIY tetap mendorong agar peserta memperoleh buku sebagai bagian penting dari kegiatan literasi.
“Awalnya program Bedah Buku bakal diefisienkan, salah satunya peserta tidak memperoleh buku. Kemudian kami mempertanyakan, masa agenda bedah buku kok bukunya enggak dikasih? Sehingga peserta tetap memperoleh buku,” katanya.
Imam mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Ia mengingatkan bahwa DPRD DIY telah memiliki Perda No. 3/2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menjadi landasan menjaga kelestarian lingkungan.
“Perda itu mengatur bagaimana supaya lingkungan yang ada di DIY tetap lestari, bersih, nyaman, dan semacamnya. Salah satunya adalah mendukung kegiatan seperti hari ini agar masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pemahaman supaya bisa mengelola sampah dengan baik,” katanya.
Menurut Imam, persoalan sampah kini tidak lagi sekadar urusan rumah tangga. Ketika jumlah penduduk semakin banyak dan volume sampah terus meningkat, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi masalah besar apabila tidak ditangani secara tepat.
“Kalau sampahnya cuma berasal dari satu keluarga, sebenarnya bisa diatasi. Tapi kalau sudah kumpulan keluarga, padukuhan, kelurahan sampai perkotaan, itu jadi menumpuk dan menjadi masalah,” ujarnya.
Imam mencontohkan persoalan sampah yang sempat terjadi di Kota Jogja saat TPST Piyungan ditutup. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Karena itu, Imam menilai buku Kelola Sampah Jadi Berkah memiliki nilai penting karena memuat berbagai inspirasi pengelolaan sampah yang bisa diterapkan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keberadaan kelompok bank sampah di Kedungpoh yang selama ini telah berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.
“Buku ini sangat bagus dan inspiratif. Harapannya bisa dipraktikkan di lingkungan. Terlebih, di Kedungpoh Lor sudah ada kelompok bank sampah yang berjalan lama dan sangat bagus,” ujarnya.
Selain isu lingkungan, Imam menegaskan kegiatan bedah buku juga mendukung visi peningkatan kualitas sumber daya manusia DIY. Menurutnya, budaya membaca menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY yang saat ini termasuk tertinggi di Indonesia.
“Salah satu cara meningkatkan kualitas manusia di DIY adalah melalui pendidikan dan budaya membaca. Menurut penelitian pada 2024, DIY menempati peringkat pertama tingkat gemar membaca secara nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Pustakawan DPAD DIY, Erwin Novianto, yang mewakili pimpinan DPAD DIY, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
“Kegiatan bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah membahas lebih kompleks tentang pengelolaan sampah dan bagaimana pengelolaan sampah menjadi berkah,” kata Erwin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Kedungpoh dan warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan motivasi atau pengetahuan yang lebih mendalam terkait pengelolaan sampah di Kalurahan Kedungpoh, khususnya di Padukuhan Kedungpoh Lor,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPAD DIY dan DPRD DIY berharap budaya membaca serta kesadaran mengelola sampah dapat tumbuh bersama di masyarakat (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































