Tentara Israel dihajar drone Hizbullah saat melakukan evakuasi.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam eskalasi yang signifikan yang menunjukkan perkembangan mencolok dalam taktik militer, media dan akun-akun Israel menyiarkan rekaman yang mendokumentasikan pelaksanaan serangan ganda oleh Hizbullah menggunakan drone tempur dalam pertempuran di selatan Lebanon.
Serangan pertama menargetkan pasukan Israel di selatan Lebanon, yang mengakibatkan satu tentara tewas dan enam lainnya terluka.
Saat upaya evakuasi korban sedang berlangsung, Hizbullah melancarkan serangan keduanya dengan roket lain yang menargetkan lokasi helikopter penyelamat dan pasukan yang mengawalnya.
Serangan ganda ini memicu perdebatan luas di kalangan media dan militer Israel mengenai sejauh mana kesiapan tentara dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari serangan roket, di tengah ketiadaan solusi pencegahan yang efektif.
Dilansir Aljazeera, Selasa (28/4/2026), Lembaga penyiaran Israel, bersama dengan akun-akun jurnalis Israel, telah mempublikasikan video yang mendokumentasikan momen-momen kepanikan saat sebuah helikopter Israel (tipe UH-60 Yanshof atau Black Hawk) mengevakuasi korban luka.
Adegan tersebut memperlihatkan tentara pendudukan menembakkan tembakan intens ke langit dalam upaya putus asa untuk menembak jatuh drone bermuatan bom yang mendekati helikopter yang telah mendarat.
Dengan menganalisis adegan dan mencocokkan gambar dari sudut pandang berbeda dari peristiwa sama, Aljazeera berhasil menentukan lokasi geografis yang tepat dari serangan tersebut, dan data tersebut menegaskan bahwa operasi tersebut terjadi di Desa Al-Tayyibah yang terletak di Distrik Marjayoun di provinsi Nabatieh.

1 hour ago
1















































