Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Warga Diminta Waspada

9 hours ago 3

Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Warga Diminta Waspada

Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Sorikmarapi meningkat signifikan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terjadi peningkatan signifikan aktivitas kegempaan di Gunung Sorikmarapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Meski status gunung api masih berada pada Level II (Waspada), masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di kawasan dekat kawah sebagai langkah antisipasi potensi bahaya.

Peningkatan aktivitas tersebut ditandai dengan lonjakan Gempa Vulkanik Dalam yang mulai terekam pada Sabtu (18/7/2026). Badan Geologi menilai kondisi ini perlu terus dipantau meski hingga kini belum terdeteksi aktivitas gempa dangkal maupun gempa permukaan.

Lonjakan Gempa Vulkanik Terjadi pada 18 Juli

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Sorikmarapi diawali dengan munculnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa sebelum terjadi lonjakan gempa vulkanik.

"Aktivitas kegempaan Gunungapi Sorikmarapi mengalami peningkatan signifikan yang didahului oleh terekamnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa," kata Lana di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan laporan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hasil pengamatan pada 18 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 18.30 WIB mencatat:

40 kali Gempa Vulkanik Dalam

5 kali Gempa Tektonik Lokal

1 kali Gempa Terasa skala I MMI

2 kali Gempa Tektonik Jauh

Melanjutkan Tren Peningkatan Kegempaan

Peningkatan aktivitas tersebut merupakan kelanjutan dari tren kegempaan yang telah terjadi sepanjang awal Juli.

Dalam periode 1 hingga 17 Juli 2026, PVMBG mencatat sebanyak 182 kali Gempa Vulkanik Dalam, 31 kali Gempa Tektonik Lokal, serta 51 kali Gempa Tektonik Jauh di Gunung Sorikmarapi.

Meski aktivitas gempa di kedalaman meningkat, Lana menyampaikan seismograf yang berada di Pos Pengamatan Gunung Sorikmarapi belum merekam adanya aktivitas gempa dangkal maupun gempa permukaan.

Masyarakat Diminta Jauhi Kawasan Kawah

Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan untuk tidak memasuki wilayah dengan radius 1,5 kilometer dari pusat kawah utama atau puncak Gunung Sorikmarapi.

Selain itu, warga juga diminta tidak mendekati Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, maupun kawah aktif lainnya.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, serta kawah aktif lainnya guna menghindari ancaman semburan lumpur dan gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba," kata Lana.

Imbauan tersebut diberikan untuk mengurangi risiko terhadap potensi semburan lumpur maupun gas beracun yang dapat muncul sewaktu-waktu di kawasan kawah aktif Gunung Sorikmarapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|