Cetak Sejarah, Ousmane Dembele Muslim Perdana yang Cetak Hat Trick di Piala Dunia

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON – Pemain Tim Nasional Prancis Ousmane Dembele mencetak salah satu hat trick tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Tak hanya itu ia juga mencatatkan dirinya dalam sejarah sepak bola sebagai pemain Muslim perdana yang mencetak tiga gol sepertandingan di Piala Dunia.

Sang peraih Ballon d’Or itu tampil gemilang dalam kemenangan 4-1 Prancis atas tim lapis kedua Norwegia, sementara Erling Haaland hanya menyaksikan dari bangku cadangan. 

Penyerang Paris Saint-Germain, Dembele, membuka skor pada menit ketujuh di Stadion Gillette dekat Boston, mencetak gol lagi pada menit ke-20, dan—setelah Thelo Aasgaard sempat memperkecil ketertinggalan—ia mengubah kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-32. 

Satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick lebih cepat dalam pertandingan Piala Dunia adalah Erich Probst, yang mencetak tiga gol dalam 24 menit pertama bagi Austria saat melawan Cekoslowakia pada tahun 1954.

Ousmane Dembele dikenal luas sebagai seorang Muslim yang taat. Ia kerap menyampaikan bahwa keyakinannya memegang peranan penting dalam kehidupan pribadi maupun profesionalnya.

Sepanjang kariernya, ia sangat mengandalkan keyakinan agamanya untuk menghadapi sorotan publik yang intens, mengatasi hambatan akibat cedera parah, serta meraih kesuksesan besar di kancah global. 

Ia dikenal karena selalu memanjatkan doa sebelum melangkah ke lapangan, baik saat berada di ruang ganti maupun di area pertandingan. Setelah kemenangan di Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis, Dembélé menyumbangkan pendapatan yang diperolehnya dari turnamen tersebut untuk membangun sebuah masjid di kampung halaman ibunya di Mauritania. 

Ia secara aktif menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan, bahkan saat menjalani latihan dan pertandingan di tingkat profesional tertinggi.

Dembele kini telah mengoleksi empat gol dalam turnamen ini setelah sebelumnya mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas Irak pada hari Senin. Desire Doue mencetak gol penutup menjelang akhir pertandingan.

Kemenangan ini memastikan Prancis mengakhiri fase grup dengan raihan poin sempurna—sembilan poin dari tiga laga—serta melaju sebagai juara Grup I. Selanjutnya, Prancis akan tetap berada di wilayah timur laut Amerika Serikat untuk melakoni laga babak 32 besar melawan tim peringkat ketiga di Stadion MetLife, New Jersey, pada Selasa mendatang. 

Pertandingan ini menjadi momen yang sarat emosi bagi Les Bleus, yang harus bermain tanpa kehadiran pelatih Didier Deschamps karena ia harus kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya. Deschamps, yang akan mundur dari jabatannya setelah Piala Dunia usai masa pengabdian selama 14 tahun, dijadwalkan kembali bergabung dengan skuadnya pada hari Sabtu.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|