Alibaba Rilis Qwen3.8-Max, AI 2,4 Triliun Parameter Penantang OpenAI

4 hours ago 6

Alibaba Rilis Qwen3.8-Max, AI 2,4 Triliun Parameter Penantang OpenAI

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global memasuki babak baru setelah Alibaba Group Holding resmi memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI terbesar dan paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan teknologi asal China tersebut.

Peluncuran Qwen3.8-Max menjadi sinyal bahwa perusahaan-perusahaan AI China semakin agresif mengejar dominasi yang selama ini dipegang oleh OpenAI, Anthropic, dan sejumlah laboratorium AI terkemuka asal Amerika Serikat. Alibaba bahkan membuka akses model ini bagi pengembang global melalui Alibaba Cloud Model Studio API dan platform produktivitas AI terbaru mereka, QwenWork.

Tak hanya itu, Alibaba juga mengumumkan akan merilis bobot model (open weights) secara terbuka melalui platform Hugging Face dan ModelScope dalam waktu dekat. Langkah ini menandai kembalinya Alibaba ke pendekatan open source setelah beberapa model unggulan sebelumnya hanya tersedia dalam skema tertutup.

Salah satu daya tarik utama Qwen3.8-Max terletak pada ukurannya yang sangat besar. Berdasarkan laporan South China Morning Post, model tersebut dibangun menggunakan arsitektur mixture-of-experts (MoE) dengan total 2,4 triliun parameter.

Jumlah itu menjadikannya salah satu model AI terbesar yang pernah diperkenalkan ke publik. Namun Alibaba menjelaskan bahwa hanya sekitar 95 miliar parameter atau sekitar 4% dari total parameter yang aktif setiap kali model memproses perintah pengguna.

Strategi tersebut memungkinkan efisiensi komputasi yang lebih tinggi dibanding model konvensional. Dengan hanya mengaktifkan sebagian kecil parameter saat inferensi, kebutuhan daya komputasi dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas respons.

Selain mengandalkan pendekatan MoE, Qwen3.8-Max juga menggunakan mekanisme hybrid attention yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi saat menangani tugas-tugas kompleks dan data dalam jumlah besar.

Kemampuan lain yang menjadi sorotan adalah dukungan multimodal. Model ini tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu memproses gambar dan video dalam satu sistem terpadu.

Alibaba mengungkapkan Qwen3.8-Max mendukung context window hingga 1 juta token. Kapasitas tersebut memungkinkan model menganalisis dokumen berukuran sangat panjang, rekaman video berdurasi panjang, serial televisi, hingga siaran langsung untuk membangun basis pengetahuan yang dapat dicari kembali secara efisien.

Perusahaan juga memamerkan sejumlah kemampuan lanjutan, mulai dari membuat ulang aplikasi hanya berdasarkan tangkapan layar, menghasilkan animasi edukasi, menciptakan gim interaktif, hingga mengubah denah bangunan dua dimensi menjadi visualisasi tiga dimensi.

Alibaba menempatkan Qwen3.8-Max sebagai model yang dirancang khusus untuk autonomous coding atau pengembangan perangkat lunak secara mandiri. Model ini juga ditujukan untuk riset kompleks dan berbagai tugas jangka panjang yang dijalankan oleh agen AI tanpa pengawasan manusia secara terus-menerus.

Dalam blog resminya, Alibaba mengklaim model tersebut mampu bekerja secara otonom selama lebih dari 10 hari. Bahkan dalam pengujian internal, Qwen3.8-Max disebut berhasil menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak secara mandiri selama 16 hari.

Kemampuan tersebut membuat model ini diposisikan sebagai fondasi bagi generasi baru agen AI yang dapat menangani alur kerja kompleks secara berkelanjutan, mulai dari pemrograman, analisis data, hingga kolaborasi proyek.

Dari sisi performa, Alibaba mengklaim Qwen3.8-Max mampu bersaing dengan model-model AI papan atas dunia. Berdasarkan papan peringkat berbasis evaluasi pengguna, model ini menempati posisi kelima pada kategori text arena dan peringkat kedua pada vision arena.

Dalam pengujian internal perusahaan, Qwen3.8-Max juga disebut mengungguli Fable 5 dan GPT-5.6 Sol pada sejumlah benchmark yang mengukur kemampuan coding, agen AI, serta kapabilitas umum. Sementara dalam pengujian multimodal dan visi komputer, model tersebut diklaim memperoleh skor lebih tinggi dibanding dua pesaingnya.

Bersamaan dengan peluncuran model terbaru itu, Alibaba juga membuka versi public beta platform produktivitas berbasis AI bernama QwenWork.

Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang dapat membantu pengguna menyusun dokumen, mengolah data, membuat audio dan video, hingga membangun situs web secara otomatis. QwenWork juga mengintegrasikan berbagai agen AI milik Alibaba seperti QoderWork, MuleRun, dan Wukong, serta direncanakan terhubung dengan aplikasi kolaborasi perusahaan DingTalk.

Kehadiran QwenWork menempatkan Alibaba dalam persaingan langsung dengan berbagai platform produktivitas AI lain seperti Claude Cowork, ChatGPT Work, Tencent WorkBuddy, dan Kimi Work milik Moonshot AI.

Peluncuran Qwen3.8-Max terjadi ketika industri AI China sedang berlomba mengembangkan agen AI yang semakin mandiri, model multimodal berkapasitas besar, serta sistem yang mampu menyelesaikan pekerjaan kompleks tanpa banyak campur tangan manusia.

Beberapa waktu lalu Moonshot AI meluncurkan Kimi K3 dengan 2,8 triliun parameter dan context window 1 juta token. Sementara DeepSeek juga terus memperkuat kemampuan coding dan agen AI melalui pengembangan DeepSeek-V4-Flash.

Perkembangan tersebut menunjukkan perusahaan-perusahaan AI China semakin mendekati kemampuan teknologi yang selama ini didominasi perusahaan Amerika Serikat. Persaingan yang semakin ketat diperkirakan akan mendorong inovasi lebih cepat, sekaligus memberi lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi pengembang maupun pengguna AI di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|