Sunartono Selasa, 22 September 2026 07:57 WIB

Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, MILAN— Puluhan karyawan toko Apple (AAPL.O) di Italia menggelar aksi mogok kerja pada Jumat, bertepatan dengan hari peluncuran perdana iPhone 18 Pro. Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan tuntutan terkait perbaikan kondisi kerja.
Aksi mogok kerja berlangsung sepanjang hari dan diorganisasi oleh gabungan serikat pekerja Filcams CGIL, Fisascat CISL, dan Uiltucs. Para pekerja menggelar orasi serta melakukan pemblokiran di luar sejumlah toko resmi Apple.
Di pusat kota Milan, puluhan pekerja berkumpul di depan toko flagship kubus kaca milik Apple. Sambil membawa bendera merah serta membunyikan peluit dan kerincingan, mereka menyampaikan aspirasi di tengah antrean pelanggan yang hendak masuk ke dalam toko.
"Bagi Apple sebagai sebuah perusahaan, citra adalah hal yang sangat penting," ujar Perwakilan Serikat Pekerja Filcams CGIL, Nicholas Pezze.
"Sebagai serikat pekerja, kami menilai hari ini adalah momen yang tepat untuk menampilkan aksi protes dari para pekerja yang kami wakili."
Libatkan Lebih dari 1.600 Karyawan
Pihak Fisascat CISL pekan lalu mencatat aksi mogok kerja tersebut melibatkan lebih dari 1.600 karyawan yang tersebar di 17 toko Apple di seluruh Italia.
Kendati demikian, Juru Bicara Apple menegaskan seluruh gerai penjualan tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
"Toko ritel dan toko online kami tetap buka hari ini, dan kami senang dapat menyambut para pelanggan seperti biasa," tutur Juru Bicara Apple.
Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan dimulainya penjualan global iPhone 18 Pro pada Jumat.
Perangkat flagship tersebut sebelumnya diperkenalkan pekan lalu bersamaan dengan produk ponsel lipat pertama besutan Apple, yakni Duo, yang dijadwalkan mulai masuk ke pasaran pada 23 Oktober mendatang.
Berdasarkan informasi dari toko online resmi Apple, harga eceran iPhone 18 Pro di Italia dibanderol mulai dari €1.489 atau setara dengan $1.710.
Serikat Pekerja Soroti Beban Kerja
Serikat pekerja menilai momentum peluncuran iPhone seri terbaru selalu memicu lonjakan beban kerja bagi staf ritel.
Di sisi lain, deskripsi pekerjaan para karyawan dinilai semakin tidak menentu dan lebih dibebani pada layanan pelanggan.
"Diskusi bersama para staf menyoroti adanya pemburukan kondisi kerja ... tanpa disertai perhatian yang memadai terhadap kesejahteraan para karyawan," tulis Filcams CGIL dalam pernyataan resminya.
Melalui aksi tersebut, serikat pekerja menyampaikan sejumlah tuntutan utama kepada perusahaan.
Tuntutan itu mencakup penambahan jumlah perekrutan karyawan baru, pengangkatan staf berstatus kontrak (fixed-term) menjadi karyawan tetap, serta pemberian hak bagi staf paruh waktu (part-time) untuk menambah jam kerja sesuai keinginan mereka.
Apple Klaim Berkomitmen pada Kesejahteraan Pekerja
Menanggapi tuntutan tersebut, Juru Bicara Apple menyatakan perusahaan selalu berkomitmen terhadap kesejahteraan pekerja.
Apple menyatakan bangga dapat memberikan kompensasi serta fasilitas yang terbaik di industrinya.
Fasilitas tersebut termasuk cakupan asuransi kesehatan swasta, perawatan gigi dan mata, hingga program dukungan kesehatan mental dan kesejahteraan bagi para stafnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































