Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, stok beras nasional dalam kondisi aman menjelang Lebaran 2025. Menurutnya, saat ini Perum Bulog memiliki 2,2 juta ton beras. Angka ini, sebut Amran, adalah tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
Dia pun optimistis, Bulog bisa menambah cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1 juta ton di bulan depan. Dan akan semakin naik di bulan berikutnya.
Amran juga menyebut, harga pangan selama masa Ramadan terpantau stabil, terutama beras. Pemerintah, ujarnya, terus berkoordinasi untuk memastikan pencapaian swasembada pangan. Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H sekaligus buka puasa bersama di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (24/3/2025).
Mengutip BPS, Amran memaparkan, produksi padi pada Januari-April 2025 diperkirakan mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini pun disebut sebagai yang tertinggi untuk periode sama selama tujuh tahun terakhir. Tak hanya itu, produksi pada Januari 2025 disebut mengalami kenaikan 50%. Sedangkan pada Februari naik 49%, dan Maret tumbuh 51%. Ini menjadi kenaikan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
"Dalam hal penyerapan gabah, pemerintah juga mencatat lonjakan signifikan. Jika pada Januari-Maret 2024 Bulog hanya mampu menyerap 35 ribu ton gabah, maka dalam tiga bulan pertama tahun ini angka penyerapan diproyeksikan bisa mencapai 700 ribu ton," kata Amran, dikutip Selasa (25/3/2025).
"Tahun lalu, total serapan selama setahun hanya sekitar 1 juta ton, sementara tahun ini pemerintah menargetkan 3 juta ton gabah terserap pada bulan April atau Mei nantinya. Jika realisasi penyerapan gabah bisa mencapai lebih dari 2 juta ton dalam periode tersebut, maka stok beras nasional di Bulog akan sangat mencukupi," lanjut Amran.
Pencapaian ini, sambungnya, merupakan lompatan eksponensial, hasil kerja keras berbagai pihak. Hal itu, tambahnya, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Harapan kita sampai April tutup buku masuk di Mei, itu 3 juta ton. Tapi, kalau kita hitung-hitung, 3 bulan saja sudah 700 ribu. Katakanlah dapat 1,3 juta, masa 1 bulan ini, kan serapan sekarang kurang lebih 30 ribu per hari. Hitungan kasarnya, kalau dia 30 ribu saja, kalau masih ada 2 bulan ya, April, sorry, April-Mei ya, 2 bulan kan, 60 hari, kalau kali 30 saja, itu 1,8 tambah 7, 2,5 lah. 2 lebih saja itu sudah hebat. Kenapa? Tambah 2 juta di gudang? 4 juta kan?" beber Amran.
"Ini kerja keras kita semua. Bisa terjadi krisis, ada El Nino, ada La Nina, kita mampu melakukan gerakan yang luar biasa. Dan saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian, TNI, Polri, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Doakan semoga kondisi ini ke depan semakin membaik," ucapnya.
(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mentan Amran, Cetak Sawah & Target Ambisius Swasembada Pangan
Next Article Keras! Amran Larang Anak Buahnya Main Golf dengan Pengusaha-Ancam Gini