Apple Music akan Beri Label Khusus Lagu Buatan Al

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple Music akan mulai memberikan label "Made With Al" pada lagu-lagu di platformnya yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (Al). Label tersebut dikabarkan mulai muncul di platform streaming musik tersebut pada akhir 2026.

Kebijakan ini disampaikan Apple Music kepada para mitra industrinya melalui sebuah email pada 20 Agustus 2026. Dalam kebijakan baru tersebut, label rekaman dan distributor akan diwajibkan menandai lagu yang sebagian atau seluruhnya dibuat menggunakan Al.

Label "Made With Al" ini merupakan kelanjutan dari sistem Al Transparency Tagging yang diperkenalkan Apple Music pada Maret lalu. Sistem tersebut digunakan dalam sistem internal Apple Music untuk mencatat apakah sebuah lagu menggunakan Al.

"Saat kami menerapkan label Made With Al, penyedia konten akan menjadi mitra penting. Merekalah yang paling mengetahui bagaimana konten mereka dibuat serta jenis Al Transparency Tag apa yang seharusya digunakan," kata pihak Apple Music dilansir laman Variety, Ahad (23/8/2026).

Apple Music belum menjelaskan secara pasti kapan label tersebut mulai muncul di layanan streaming mereka. Perusahaan hanya menyebut penerapannya akan dilakukan akhir tahun ini.

Wakil Presiden Apple Music Oliver Schusser sebelumnya mengungkapkan lebih dari sepertiga lagu yang diunggah ke Apple Music merupakan karya yang 100 persen dibuat menggunakan Al. Meskipun Apple memiliki perangkat internal untuk memindai konten Al, namun menurut dia, pihak label dan kreator juga bertanggung jawab dalam hal transparansi pembuatan karya.

"Anda perlu tahu bahwa setiap label di dunia ini mendistribusikan musik buatan Al, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya. Mereka sendiri juga perlu mengembangkan alat untuk memahami cakupan penggunaan Al tersebut," kata Schusser.

Selama tiga tahun terakhir, layanan streaming telah berupaya menyikapi maraknya generator musik berbasis Al seperti Suno dan Udio. Spotify misalnya, mulai pertengahan September akan memasang label "Al Persona" pada profil yang kemungkinan dibuat oleh Al dan tidak merepresentasikan orang sungguhan.

Label ini akan ditampilkan di sejumlah bagian Spotify, termasuk profil artis, tab pencarian, serta di samping nama artis pada playlist. Spotify juga memastikan profil yang mendapatkan label "Al Persona" tidak akan dimasukkan ke dalam rekomendasi algoritmik. Artinya, pengguna tidak akan melihat musik dari Al Persona dari rekomendasi, ecuali jika pengguna memang mengikuti Al Persona tersebut.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk menghadapi meningkatnya jumlah akun palsu dan musik yang dibuat menggunakan Al generatif. Dalam beberapa tahun terakhir, Spotify dibanjiri lagu-lagu dari akun semacam itu, termasuk karya yang dibuat dengan generator musik Al seperti Suno dan Udio.

Spotify mendorong artis bersikap transparan dan secara sukarela menggunakan label Al Persona jika musik mereka dihasilkan oleh Al. Namun, jika pengungkapan tersebut tidak dilakukan, Spotify dapat memberikan label setelah melakukan peninjauan profil artis.

Menurut Spotify, di era gempuran Al Slop (konten Al berkualitas rendah) pendengar perlu mengetahui siapa sosok di balik musik yang mereka dengarkan. Karenanya peluncuran lencana Al Persona ini dinilai krusial di tengah perkembangan Al generatif.

"Hubungan yang autentik antara artis dan penggemar hanya dapat dibangun di atas fondasi kepercayaan dan keaslian," kata Spotify dilansir laman Variety, Rabu (12/8/2026).

Peluncuran Al Persona oleh Spotify dilakukan setelah organisasi besar di industri musik internasional meluncurkan sistem pelabelan untuk konten yang dibuat menggunakan Al generatif. Langkah ini diharapkan dapat diadopsi secara luas, termasuk oleh layanan streaming musik, untuk meningkatkan transparansi bagi pendengar.

International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) yang berbasis di Eropa, dan Recording Industry Association of America (RIAA) mengumumkan sistem pelabelan tersebut pada 10 Juli 2026 bersama enam organisasi lain, termasuk penyelenggara Grammy Awards. Dalam pernyataan bersama, pimpinan IFPI dan RIAA menyebut penggemar ingin mengetahui apakah dan bagaimana Al generatif digunakan dalam sebuah karya musik.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|