Arsenal Nyaris Tumbang di Kandang Leverkusen, Diselamatkan Mantan Bintang Tuan Rumah

1 hour ago 1

Kai Havertz dari Arsenal (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 bersama rekan setimnya Martin Zubimendi (kiri) dan Declan Rice pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di kandang Bayer 04 Leverkusen, BayArenaL, Leverkusen, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsenal nyaris pulang dengan tangan hampa dari Jerman. Namun, Kai Havertz datang sebagai penyelamat pada saat paling krusial. Penalti pemain pengganti itu pada menit ke-89 memastikan The Gunners menahan imbang Bayer Leverkusen 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion BayArena, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Hasil ini sekaligus menghentikan laju delapan kemenangan beruntun Arsenal di Liga Champions musim ini. Meski demikian, gol Havertz membuat pasukan Mikel Arteta tetap menjaga peluang sebelum leg kedua yang akan digelar di Stadion Emirates, London, tengah pekan depan.

Sejak awal pertandingan, Arsenal tampil dominan. Pemuncak klasemen Liga Primer itu langsung menekan pertahanan tuan rumah dan menciptakan peluang emas pada menit ke-19 ketika Gabriel Martinelli melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang.

Leverkusen perlahan keluar dari tekanan. Permainan mereka menjadi lebih rapi dengan pergerakan Christian Kofane yang berkali-kali merepotkan lini belakang Arsenal. Tuan rumah akhirnya memanfaatkan momentum tepat setelah babak kedua dimulai.

Pada menit ke-46, Alex Grimaldo mengirim sepak pojok melengkung ke tiang jauh. Robert Andrich yang berdiri tanpa kawalan menyundul bola ke dalam gawang, membuat publik tuan rumah bersorak dan Arsenal untuk pertama kalinya musim ini tertinggal di Liga Champions.

Arsenal tampak kesulitan menemukan ritme serangan setelah kebobolan. Arteta mencoba mengubah dinamika permainan dengan menarik Bukayo Saka dan memasukkan Noni Madueke. Ia menurunkan Kai Havertz yang mendapat sambutan hangat dari suporter Leverkusen, klub yang membesarkan namanya.

Drama terjadi pada lima menit terakhir. Jurrien Timber sempat mendapat peluang emas di depan gawang, tetapi sundulannya melambung. Tak lama kemudian, Madueke dijatuhkan Malik Tillman di kotak penalti. Setelah peninjauan VAR yang cukup lama, wasit menunjuk titik putih.

Havertz maju sebagai algojo. Dengan tenang ia menaklukkan kiper Leverkusen pada menit ke-89, membungkam stadion yang pernah menjadi rumahnya selama satu dekade hingga 2020. Gol itu memastikan Arsenal pulang dengan hasil imbang 1-1.

“Waktu antara keputusan penalti dan eksekusinya terasa sangat lama,” kata Havertz. “Tapi di momen seperti itu Anda harus kuat secara mental. Saya sangat mengenal stadion ini dan sudah sering mengambil penalti di sini.”

Hasil ini membuat duel masih terbuka. Arsenal dan Leverkusen akan kembali berhadapan pada leg kedua di London, Rabu dini hari WIB, untuk memperebutkan satu tempat di perempat final Liga Champions.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|