AS-Iran Dekati Kesepakatan Nuklir, Selat Hormuz Jadi Fokus

2 hours ago 2

AS-Iran Dekati Kesepakatan Nuklir, Selat Hormuz Jadi Fokus Selat Hormuz Iran. / ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan negosiasi lebih rinci terkait program nuklir Iran dan stabilitas kawasan Selat Hormuz.

Laporan media Axios yang mengutip sejumlah sumber pada Rabu (6/5/2026) menyebut kedua negara tengah membahas nota kesepahaman singkat sepanjang satu halaman yang memuat kerangka penghentian perang dan tahapan negosiasi lanjutan. Pemerintah Amerika Serikat disebut berharap Iran memberikan respons dalam waktu 48 jam terhadap sejumlah poin utama yang masih dinegosiasikan.

Meski belum mencapai kesepakatan final, perkembangan tersebut disebut menjadi titik terdekat menuju perdamaian sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026.

Dalam rancangan nota kesepahaman itu, Iran diminta menghentikan sementara aktivitas pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut sebagian sanksi ekonomi serta membebaskan dana Iran yang selama ini dibekukan.

Selain itu, kedua negara juga disebut akan melonggarkan pembatasan pelayaran dan transit di kawasan Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik kawasan Timur Tengah.

Sejumlah poin dalam draf kesepakatan tersebut masih bergantung pada hasil negosiasi akhir. Kondisi itu dinilai menyisakan potensi munculnya konflik baru apabila pembicaraan tidak mencapai titik temu atau gencatan senjata gagal dipertahankan.

Axios juga melaporkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menunda operasi baru di Selat Hormuz demi menjaga momentum gencatan senjata dan memberi ruang bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Draf nota kesepahaman yang berisi 14 poin itu dikabarkan dinegosiasikan oleh utusan Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama sejumlah pejabat Iran. Negosiasi dilakukan baik secara langsung maupun melalui mediator internasional.

Rancangan tersebut juga memuat penghentian perang dan pembukaan masa negosiasi selama 30 hari. Dalam periode itu, pembahasan akan difokuskan pada pembukaan kembali jalur Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta mekanisme pencabutan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat.

Perundingan lanjutan disebut berpeluang digelar di Islamabad maupun Jenewa. Selama proses negosiasi berlangsung, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut Amerika Serikat direncanakan akan dilonggarkan secara bertahap.

Di sisi lain, laporan Axios menyebut Amerika Serikat masih membuka opsi untuk kembali memberlakukan blokade maupun melanjutkan operasi militer apabila perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.

Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan ialah durasi moratorium pengayaan nuklir Iran. Pemerintah Iran mengusulkan penghentian selama lima tahun, sementara Amerika Serikat menginginkan hingga 20 tahun. Sejumlah sumber memperkirakan kompromi akhir bisa berada di kisaran 12 hingga 15 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|