
Pesepak bola Timnas Thailand U-19 Surachai Booncharee (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Australia U-19 Peter Gerard Antoniou (kedua kiri) pada pertandingan final Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2026). ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/foc.
Harianjogja.com, MEDAN — Australia kembali menunjukkan dominasinya di level Asia Tenggara dengan keluar sebagai juara Piala AFF U-19 2026 (ASEAN Boys Championship). Kepastian itu diraih setelah Socceroos muda menaklukkan Thailand dengan skor meyakinkan 2-0 pada partai final yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026) malam.
Laga final berlangsung ketat sejak awal. Thailand mencoba menekan lebih dulu, namun Australia tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Gol pembuka akhirnya tercipta menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-41. Alexander Lech Garbowski sukses mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan sepak pojok yang dilepaskan Lawrence Wong.
Unggul satu gol membuat Australia semakin percaya diri di babak kedua. Meski Thailand berupaya bangkit dan meningkatkan intensitas serangan, lini pertahanan Australia tampil solid dan sulit ditembus. Momentum penentu datang di masa injury time. Beckham Backer memastikan kemenangan sekaligus gelar juara lewat gol pada menit 90+7.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan status Australia sebagai tim tersukses di ajang Piala AFF U-19 dengan koleksi enam gelar juara. Sebelumnya, mereka juga berhasil mengangkat trofi pada edisi 2006, 2008, 2010, 2016, dan 2019.
Pelatih Australia, Richard Garcia, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian anak asuhnya. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan kedisiplinan seluruh pemain sepanjang turnamen.
“Semua ini hasil kerja keras tim. Para pemain menjalankan tugasnya dengan sangat baik,” ujarnya usai pertandingan.
Di sisi lain, Thailand harus puas sebagai runner-up. Meski gagal menambah koleksi gelar, tim Gajah Perang Muda tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan dengan lima trofi yang telah diraih sebelumnya.
Sementara itu, tuan rumah Indonesia menutup turnamen dengan hasil positif setelah mengamankan posisi ketiga. Tim Garuda Muda berhasil mengalahkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 dalam laga perebutan tempat ketiga yang digelar di stadion yang sama.
Pelatih Indonesia, Nova Arianto, mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai performa tim menunjukkan perkembangan positif meski masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
“Yang terpenting pemain tampil maksimal. Tapi kami sadar masih banyak yang harus dievaluasi untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia mendatang,” katanya.
Hasil di ajang ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan berikutnya di level Asia. Dengan kombinasi evaluasi dan pembenahan, Garuda Muda diharapkan mampu tampil lebih kompetitif di panggung yang lebih tinggi.
Turnamen Piala AFF U-19 2026 pun resmi berakhir dengan Australia sebagai kampiun, sekaligus menegaskan peta persaingan baru sepak bola usia muda di kawasan Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































