Warga menyaksikan jalan longsor di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Ratamba, Pejawaran, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026). Akibat hujan deras jalan raya menuju kawasan wisata Dieng lewat Pejawaran putus total, warga yang hendak menuju Dieng atau sebaliknya terpaksa harus memutar melalui jalur lain dengan jarak tempuh sejauh 15 kilometer.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan potensi gerakan tanah tinggi pemicu longsor di 11 provinsi di Indonesia. Provinsi tersebut yaitu Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, NTT, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
"Wilayah-wilayah tersebut agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya gerakan tanah dan banjir bandang, aliran bahan rombakan, terutama pada saat terjadi hujan deras atau hujan yang berlangsung dalam waktu lama," ucap Kepala Badan Geologi Lana Saria melalui keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Ia menuturkan potensi pergerakan tanah tinggi merupakan hasil overlay antara peta zona kerentanan tanah yang dikeluarkan Badan Geologi. Serta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
"Peta potensi terjadi gerakan tanah ini masih bersifat regional, serta tabel informasi potensi terjadi gerakan tanah masih sebatas tingkat kecamatan," kata dia.
Namun, ia mengatakan peta potensi ini dapat digunakan sebagai langkah awal mitigasi bencana gerakan tanah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Hasil dari overlay tersebut senantiasa berubah pada setiap bulannya dan sangat tergantung dari prakiraan curah hujan bulanan.
"Beberapa hal yang harus dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan ini adalah tidak melakukan pemotongan lereng terlalu tegak, menghindari aktivitas di bawah atau pada lereng yang curam," kata dia.

4 hours ago
7













































