Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini

3 hours ago 1

Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini Foto ilustrasi banjir Kali Belik, Jogja, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA— Banjir kembali terjadi di kawasan Kali Belik di Klitren, Gondokusuman, setelah hujan deras di wilayah utara memicu luapan air hingga masuk ke permukiman warga pada Kamis (9/4/2026) malam.

Air dilaporkan mulai meluap sekitar pukul 20.12 WIB dan berangsur surut pada pukul 21.10 WIB. Meski berlangsung singkat, dua rumah warga terdampak genangan.

Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, menyebut kejadian ini merupakan banjir tahunan yang dipicu kapasitas drainase yang terbatas.

“Dua rumah itu kebetulan selokannya sempit, jadi setiap tahun kalau air meluap pasti tergenang. Kalinya kecil, jadi air meluap saat hujan deras di utara,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Operator Pusdalop BPBD Kota Jogja, Agus Subagio, menambahkan genangan di dalam rumah mencapai setinggi lutut orang dewasa, sementara di jalan sekitar lokasi sempat mencapai setinggi dada.

Rumah yang terdampak dihuni sekitar lima jiwa, namun tidak dilakukan evakuasi karena air cepat surut.

Di lokasi tersebut sebenarnya telah dipasang gejlik sebagai pengendali aliran air. Sistem ini bekerja secara manual dengan cara ditutup saat debit sungai meningkat.

Namun, pada kejadian kali ini, warga disebut sempat lupa menutup gejlik sehingga air masuk melalui saluran kamar mandi.

“Air masuk lewat gorong-gorong kamar mandi karena warga sempat lupa menutup gejlik,” jelasnya.

Sudetan Disiapkan sebagai Solusi Permanen

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyatakan Pemkot Jogja telah menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Untuk jangka pendek, pemasangan gejlik di pintu air terus dioptimalkan. Sementara untuk solusi permanen, pemerintah akan membangun sudetan guna memperlancar aliran air.

“Solusi permanennya adalah pembuatan sudetan. Pada 2026 akan dibangun dari sisi utara yang diarahkan ke bawah Jalan Solo untuk memecah hambatan aliran air,” katanya.

Selain itu, pelebaran saluran air juga direncanakan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir berulang di kawasan Kali Belik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|