Bantah Mau Serang Makkah, Houthi Tuding Peran Sosok Pemberi Kiswah ke Epstein

7 hours ago 7

Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN'A— Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menepis klaim rezim Arab Saudi mengenai ancaman terhadap Kota Makkah. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai tudingan yang tak berdasar.

"Kebohongan tidak lagi dapat menipu rakyat di bangsa Arab dan Islam kita, sebagaimana klaim ancaman terhadap navigasi internasional yang sebelumnya juga gagal," kata al-Mashat dalam sebuah pernyataan resmi dilansir Al Mayadeen, Rabu(16/9/2026).

Ia menegaskan, rakyat Yaman memiliki keimanan dan kesetiaan yang besar terhadap tempat-tempat suci Islam. Mereka bahkan siap berkorban demi membela Rumah Suci Allah (Ka'bah).

"Pihak yang menghadiahkan Kiswah Ka'bah kepada penjahat Epstein dialah yang sebenarnya menargetkan Makkah dan tempat-tempat suci Islam," tegas al-Mashat.

Ketika dokumen terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dirilis ke publik awal tahun ini, terungkap bahwa kain sulaman ayat-ayat Alquran yang pernah menutupi Ka'bah telah dikirimkan kepadanya pada 2017 lalu.

Berkas dokumen Jeffrey Epstein  tersebut memuat korespondensi surat elektronik (email) seputar pengiriman kontroversial kain suci dari Ka’bah (kiswah) di Makkah, Arab Saudi, ke Amerika Serikat (AS). Dokumen itu menyatakan, pengiriman itu diatur melalui kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan dikirimkan kepada Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang menyasar anak-anak.

Dalam korespondensi bertanggal Februari dan Maret 2017, disebutkan seorang pengusaha asal Uni Emirat Arab, Aziza Al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari. Dia mengatur pengiriman tiga potongan kain yang terkait dengan Kiswah, kain hitam bersulam emas yang menyelimuti Ka’bah, pusat situs tersuci umat Islam di Arab Saudi, seperti dikutip Republika dari Middle East Eye.

Email dalam berkas tersebut menunjukkan bahwa barang-barang itu dikirim melalui jalur kargo udara dari Arab Saudi ke Florida dengan maskapai British Airways. Proses pengiriman melibatkan koordinasi terkait faktur, pengaturan kepabeanan, serta distribusi di dalam wilayah Amerika Serikat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|