FLEI Business Show 2026 Jadi Ajang Temu Bisnis dan Perluasan Koneksi di PIK 2

7 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam dunia usaha, satu pertemuan yang tepat sering kali memiliki nilai lebih besar daripada modal. Semangat itulah yang diusung FLEI Business Show 2026, pameran franchise dan lisensi edisi ke-27 dari Panorama Media, yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Menghadirkan ratusan brand dari berbagai industri, FLEI tahun ini dirancang sebagai ruang temu bisnis yang mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra, pelaku usaha dengan investor dan distributor, serta pebisnis lokal dengan pelaku usaha dari lima negara ASEAN.

FLEI juga digelar in conjunction with Cafe & Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE), sehingga peluang koneksi yang tersedia mencakup berbagai sektor industri dalam satu lokasi.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita G. Supit, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Franchise, Networking, dan E-Commerce, bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp143 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 10–15 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor makanan dan minuman, jasa, serta ritel.

Pertumbuhan bisnis waralaba, menurut Levita, bertumpu pada kemitraan yang sehat antara pemilik merek dan mitra usaha.

“Waralaba tumbuh karena kepercayaan, dan kepercayaan dibangun lewat pertemuan langsung. Di FLEI, calon mitra bisa berbicara dengan pemilik merek, bertanya, membandingkan, dan memastikan bisnis yang dipilih memiliki legalitas yang jelas. Hubungan yang dimulai dengan baik akan menjadi kemitraan yang sehat,” ujar Levita.

Di area pameran, pengunjung dapat bertemu langsung dengan ratusan brand dari berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, jasa, dan ritel, hingga penyedia solusi ritel dan lisensi intellectual property (IP).

Pilihan investasi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari paket usaha dengan modal terjangkau bagi pemula hingga peluang kemitraan berskala besar bagi investor. Pengunjung dapat membandingkan secara langsung skema investasi, dukungan operasional, serta prospek bisnis dari setiap brand sesuai dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai promo dan cashback eksklusif yang hanya tersedia selama FLEI Business Show 2026. Bagi calon mitra yang telah menentukan pilihan, pameran ini menjadi kesempatan untuk memulai kemitraan dengan penawaran khusus yang tersedia selama acara.

Salah satu program utama FLEI Business Show 2026 adalah Business Matching, sesi yang mempertemukan pemilik merek dengan calon franchisee, investor, distributor, dan reseller secara lebih terarah.

Bagi calon pengusaha, program ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi langsung dari pemilik bisnis dan memahami peluang kemitraan secara lebih mendalam. Sementara bagi pemilik brand, Business Matching membuka peluang untuk menemukan mitra baru sekaligus memperluas jangkauan usaha.

FLEI kembali menghadirkan International Business Summit, yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pebisnis dari berbagai negara di kawasan ASEAN, yaitu Patrick Ng (Malaysia), Arnold Chua Santillan (Filipina), Jonathan Choy (Singapura), Jorge Rodriguez (Vietnam), dan Seth (Thailand).

Forum ini membuka wawasan mengenai karakter pasar dan peluang kerja sama lintas negara, sekaligus menjadi pintu awal bagi brand lokal yang ingin memperluas jangkauan ke pasar regional.

“Kami ingin pengunjung pulang bukan hanya membawa brosur, tapi juga kontak dan peluang kerja sama yang nyata. Karena itu, FLEI tahun ini kami rancang untuk mempertemukan orang-orang yang tepat, mulai dari pemilik merek dengan calon mitra, pelaku usaha dengan investor, sampai pebisnis lokal dengan jejaring di lima negara ASEAN,” kata Rulief Harjianto, Project Manager FLEI Business Show.

Kehadiran CBE dan IOITE di lokasi yang sama semakin memperluas peluang koneksi bagi pengunjung.

Melalui Cafe & Brasserie Expo (CBE), pelaku usaha dapat terhubung dengan pemain industri kafe dan kuliner modern, mulai dari kopi, teh, dan cokelat hingga konsep experiential dining.

Sementara itu, Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) mempertemukan lebih dari 100 vendor corporate outing, team building, dan incentive travel dengan kalangan perusahaan serta profesional human resources (HR).

Kombinasi ketiga pameran ini memungkinkan satu kunjungan menghasilkan beragam koneksi bisnis, mulai dari calon mitra franchise dan pemasok untuk bisnis kuliner hingga jejaring korporasi.

Selain pameran dan business matching, FLEI Business Show 2026 juga menghadirkan FLEI Business Conference bersama lebih dari 10 pembicara, serta rangkaian masterclass dan workshop bagi calon franchisee dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Franchise Consultant dari Franchise Academy Indonesia, Evi Diah Puspitawati, mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum pameran secara maksimal dengan mempersiapkan pertanyaan dan tujuan yang jelas.

“Datanglah dengan pertanyaan dan tujuan yang jelas. Tanyakan berapa lama bisnis sudah dijalankan, berapa jumlah outletnya, berapa balik modalnya, seperti apa dukungan dari pemilik merek, dan bagaimana kinerja outlet yang sudah berjalan.”

Menurut Evi, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan calon mitra sebelum mengambil keputusan, yaitu legalitas usaha dan transparansi sistem.

“Dua hal penting yang harus dicek adalah legalitas usaha, karena kepastian hukum menjadi kunci keamanan dan kenyamanan dalam berbisnis. Yang kedua adalah transparansi sistem, karena keterbukaan data dan sistem yang dikerjasamakan harus dijunjung tinggi sejak awal penawaran bisnis,” ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|