Bantu Korban Gempa NTT Wujud Islam Rahmatan Lil Alamin, MUI: Tolong Menolong tak Dibatasi Agama

3 hours ago 5

Warga berada di depan rumahnya yang rusak berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Mbay, Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terjadi di lepas pantai Provinsi Nusa Tenggara Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda menilai kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wujud nyata ajaran Islam sebagai Rahmatan lil alamin.

Ia menegaskan bahwa kasih sayang dan tolong-menolong dalam menghadapi musibah tidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku, dan ras.

"Agama Islam sebagai rahmat semua alam, bahkan rahmatnya tidak hanya terbatas kepada manusia tapi juga kepada hewan, lingkungan, tumbuh-tumbuhan, itu tetap kita harus jaga dengan penuh kasih sayang, kita rawat dengan penuh kasih sayang," kata Kiai Huda kepada Republika, Selasa (18/8/2026) 

Ia menambahkan, manusia sebagai hamba Allah SWT, diajarkan ukhuwah insaniyah dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia tanpa membedakan agama, suku, ras, atau golongan). Jadi selama dalam hal kebaikan maka manusia diwajibkan untuk saling tolong-menolong. 

"Apalagi menolong mereka yang dalam kesusahan, maka wajib bagi kita untuk tolong menolong, untuk menolong mereka meskipun mereka non Muslim,"ujar Kiai Huda.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|