Bea Cukai Tanjung Priok Hibahkan 1.900 Unit Peralatan Berkuda kepada PP PORDASI

1 hour ago 2

Melalui hibah, Bea Cukai memastikan aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai Tanjung Priok menghibahkan 1.900 unit peralatan dan perlengkapan rintangan berkuda (equestrian jumping equipment) kepada Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI).

Barang tersebut merupakan hasil penindakan kepabeanan yang kemudian ditetapkan menjadi BMMN setelah melalui serangkaian proses penelitian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi menjelaskan, melalui hibah ini Bea Cukai berupaya menjaga ketertiban arus barang serta memastikan barang-barang yang berstatus BMMN dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menuturkan, barang ini sebelumnya berasal dari kegiatan importasi yang tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya sehingga ditetapkan sebagai BMMN.

‘’Melalui mekanisme hibah, kami memastikan aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk mendukung pembinaan dan prestasi olahraga berkuda nasional,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (23/4/2026).

Hibah BMMN ini mengacu pada PMK Nomor 92 Tahun 2025. Hibah merupakan salah satu bentuk penyelesaian BMMN yang dilakukan melalui pengalihan kepemilikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau pihak lain tanpa memperoleh penggantian, setelah melalui proses penelitian, penilaian, dan persetujuan sesuai kewenangan.

Selain itu, mekanisme hibah juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan aset negara agar barang yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan umum, termasuk mendukung sektor strategis seperti olahraga nasional.

“Kami berharap hibah ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi PP PORDASI, juga berkontribusi dalam peningkatan prestasi atlet berkuda Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Adhang.

Ia menambahkan, pemanfaatan BMMN melalui mekanisme hibah menjadi salah satu bentuk optimalisasi aset negara yang tidak hanya memberikan nilai guna, tetapi juga mendukung pengembangan sektor olahraga nasional.

“Kami akan terus memastikan setiap barang hasil penindakan dapat dikelola secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|