Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Para komandan AS dari setiap cabang militer telah memberi tahu unit mereka bahwa perang di Iran 'disucikan' oleh Yesus dan akan menyebabkan kembalinya Yesus ke Bumi sebagai bagian dari Armageddon. Narasi ini telah mendapat keluan dari prajurit.
Military Religious Freedom Foundation (MRFF), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memastikan bahwa semua anggota militer AS dijamin kebebasan beragama, mengatakan kepada Middle East Eye pada Selasa bahwa mereka telah menerima lebih dari 200 keluhan serupa dari personel yang bertugas di angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, korps marinir, dan angkatan ruang angkasa.
Keluhan yang diterima oleh MRFF, yang pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Jonathan Larsen, berasal dari lebih dari 40 unit dan mencakup setidaknya 30 instalasi militer.
Menurut MRFF, seorang komandan unit tempur mengatakan kepada bintara (NCO) dalam sebuah pengarahan pada Senin bahwa serangan Israel-AS terhadap Iran adalah bagian dari 'rencana' Tuhan dan bahwa Presiden AS Donald Trump diberkati oleh Yesus untuk menyalakan api sinyal di Iran untuk menyebabkan Armageddon dan menandai kembalinya Yesus ke Bumi.
Seorang bintara AS yang menulis surat kepada MRFF mengatakan bahwa komandan mereka telah memberi tahu bahwa perang dengan Iran adalah bagian dari rencana ilahi Tuhan.
Komandan tersebut berulang kali merujuk pada Kitab Wahyu dalam Alkitab dan Armagedon, kisah tentang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, di mana Yesus menang dan menegakkan perdamaian abadi di Bumi.
Komandan tersebut dikutip oleh bintara tersebut mengatakan: “Presiden Trump telah diurapi oleh Yesus untuk menyalakan 'api sinyal' di Iran untuk menyebabkan Armagedon dan menandai kembalinya Dia ke Bumi.”
“Dia tersenyum lebar ketika mengatakan semua ini, yang membuat pesannya tampak lebih gila lagi,” tulis bintara tersebut dalam pengaduannya.
“Komandan kami mungkin akan digambarkan sebagai pendukung ‘Kristen Pertama’. Dia sudah seperti ini sejak lama dan memperjelas bahwa dia menginginkan kita semua di bawahnya untuk menjadi seperti dia sebagai seorang Kristen.”
Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar MEE pada tentang publikasi ini.

3 hours ago
2

















































