BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu Makan Bergizi Gratis di Media Sosial

3 hours ago 3

BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu Makan Bergizi Gratis di Media Sosial Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok - Harian Jogja

Harianjogja.com, BANDUNG—Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kepastian bahwa layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B) akan terus beroperasi selama libur Lebaran 2026. Komitmen ini bertujuan menjaga asupan nutrisi kelompok prioritas tersebut meski aktivitas publik sedang jeda.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menjelaskan bahwa meskipun sekolah meliburkan kegiatannya, distribusi makanan untuk kategori 3B tidak akan terputus.

“Untuk (MBG) ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,” ungkap Sonny dalam pernyataan resminya di Bandung, Senin (9/3/2026).

Mengenai mekanisme untuk peserta didik, Sonny menyebutkan penyaluran MBG bagi siswa sekolah akan berhenti sementara pada periode 18–24 Maret 2026.

Kebijakan ini menyesuaikan dengan kalender pendidikan nasional, namun operasional program dipastikan akan kembali berjalan normal segera setelah masa libur Lebaran berakhir.

Guna menjamin akuntabilitas, BGN kini mewajibkan setiap mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial.

Langkah transparansi ini mencakup rincian kandungan gizi hingga biaya penyediaan porsi makanan agar masyarakat dapat ikut memantau kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis secara langsung di lapangan.

“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” tegas Sonny.

Pihaknya juga mempersilakan warga untuk memberikan masukan atau kritik konstruktif langsung kepada pengelola SPPG jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan di wilayah masing-masing.

Melalui keterbukaan informasi ini, pemerintah berharap publik dapat memahami komposisi nutrisi yang diberikan kepada penerima manfaat secara objektif. “Kalau tujuannya untuk memperbaiki silakan datangi SPPG-nya minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang,” tuturnya sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|