Bimbel Makin Ramai di Jogja, Orang Tua Diminta Tak Tekan Anak

6 hours ago 4

Bimbel Makin Ramai di Jogja, Orang Tua Diminta Tak Tekan Anak

Ilustrasi bimbingan belajar/Magnific

Harianjogja.com, JOGJA— Meningkatnya minat orang tua memasukkan anak ke bimbingan belajar (bimbel) di tengah persaingan masuk sekolah mendapat perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pemerintah daerah menilai tingginya perhatian terhadap pendidikan merupakan hal positif, tetapi persiapan akademik jangan sampai membuat anak terbebani.

Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan keputusan orang tua memberikan pembelajaran tambahan melalui bimbel merupakan pilihan setiap keluarga. Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan masih tingginya perhatian masyarakat Jogja terhadap pendidikan sebagai bagian dari persiapan masa depan anak.

"Menurut saya, antusiasme orang tua terhadap pendidikan anak itu sesuatu yang positif. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta masih menempatkan pendidikan sebagai investasi penting untuk masa depan anak," kata Suci, Jumat (4/9/2026).

Menurut Suci, bimbel dapat menjadi salah satu alternatif bagi anak untuk memperoleh pembelajaran tambahan dan mempersiapkan kebutuhan akademiknya. Namun, persiapan menghadapi seleksi sekolah tidak semestinya hanya diarahkan untuk mengejar nilai tinggi atau memastikan anak diterima di sekolah tertentu.

Disdikpora DIY Ingatkan Tekanan pada Anak

Suci mengatakan pendidikan anak memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pencapaian akademik. Orang tua juga perlu memperhatikan pembentukan karakter, kemandirian, kreativitas, kemampuan beradaptasi, hingga kenyamanan anak selama menjalani proses belajar.

Karena itu, aktivitas bimbel sebaiknya tidak berubah menjadi beban tambahan bagi anak. Terlebih jika anak merasa harus mencapai target tertentu demi bisa masuk sekolah yang dianggap favorit.

"Yang perlu kita jaga adalah jangan sampai persiapan masuk sekolah justru membuat anak mengalami tekanan yang berlebihan. Pendidikan anak sebenarnya tidak hanya soal nilai akademik atau diterima di sekolah tertentu," ujarnya.

Disdikpora DIY memahami bahwa preferensi orang tua terhadap sekolah tertentu merupakan hal yang wajar. Namun, pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki semakin banyak pilihan sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik.

Dengan pemerataan mutu pendidikan, pilihan sekolah bagi anak diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada sejumlah sekolah yang selama ini dipersepsikan sebagai sekolah favorit.

Orang Tua Diminta Sesuaikan Sekolah dengan Anak

Selain mempertimbangkan kualitas sekolah, Suci meminta orang tua melihat kondisi anak sebelum menentukan pilihan pendidikan. Potensi, minat, bakat, serta kebutuhan masing-masing anak dinilai perlu menjadi pertimbangan utama.

Menurut dia, sekolah yang tepat tidak selalu harus merupakan sekolah yang paling banyak diminati. Kesesuaian lingkungan dan program pendidikan dengan karakter serta kemampuan anak juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar.

"Harapan kami, orang tua dalam memilih sekolah lebih melihat kesesuaian dengan potensi, minat, bakat, dan kebutuhan anak. Jangan sampai anak merasa bahwa masuk ke sekolah tertentu adalah satu-satunya ukuran keberhasilan," katanya.

Pandangan tersebut juga menjadi penting di tengah meningkatnya persaingan masuk sekolah. Ketika orang tua berlomba mempersiapkan anak melalui berbagai pembelajaran tambahan, kebutuhan anak untuk tetap menikmati proses belajar perlu mendapat perhatian.

Bimbel pada dasarnya dapat memberikan dukungan tambahan terhadap kemampuan akademik. Namun, keberadaannya tidak seharusnya membuat anak merasa bahwa nilai, peringkat, atau sekolah tujuan menjadi satu-satunya penentu masa depan mereka.

Pemerintah Dorong Pemerataan Mutu Sekolah

Suci menilai meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya dapat menjadi modal sosial yang positif bagi DIY. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya kesadaran orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak.

Tantangannya adalah bagaimana perhatian tersebut diarahkan agar tidak semata-mata berubah menjadi persaingan dalam mengejar nilai maupun sekolah tertentu.

Pemerintah DIY, lanjut Suci, terus mendorong peningkatan kualitas sekaligus pemerataan mutu pendidikan. Dengan demikian, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal tanpa harus bergantung pada satu atau beberapa sekolah yang dianggap favorit.

Upaya pemerataan kualitas tersebut juga diharapkan dapat mengurangi tekanan persaingan dalam penerimaan peserta didik. Jika mutu sekolah semakin merata, orang tua memiliki lebih banyak alternatif untuk memilih satuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

"Bagaimana pemerintah memastikan antusiasme masyarakat tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas dan pemerataan mutu pendidikan sehingga setiap anak punya kesempatan berkembang optimal di sekolah mana pun," tutup Suci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|