Harianjogja.com, JAKARTA— Perum Bulog menyiapkan sekitar 110.000 ton beras untuk disalurkan ke pasar dan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia selama satu bulan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras sekaligus mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan dari total pasokan tersebut, sebanyak sekitar 75.000 ton merupakan beras premium, sedangkan 35.000 ton lainnya beras medium. Penyaluran akan dilakukan melalui pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern.
“Disepakati teman-teman ritel modern menyerap 110.000 ton. Nah, dari 110.000 ton tersebut 75.000 ton untuk beras premium dan 35.000 ton untuk beras medium,” kata Rizal usai melakukan inspeksi mendadak atau sidak pasar.
Dilansir Antara, sejumlah jaringan ritel modern memperoleh alokasi dalam jumlah besar. Sekitar 33.000 ton per bulan dialokasikan melalui PT Hero Retail Nusantara, kemudian sekitar 25.000 ton melalui PT Sumber Alfaria Trijaya dan 16.000 ton melalui PT Indomarco Prismatama.
Rizal mengatakan penyaluran tersebut ditujukan agar masyarakat tetap mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET,” ujar dia.
Bulog Sidak Pasar Serentak
Penyaluran pasokan beras tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan harga kebutuhan pokok secara serentak di sejumlah daerah. Rizal memimpin pemantauan melalui Zoom dari Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun, Jakarta.
Pemantauan melibatkan jajaran Bulog di berbagai daerah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan yang berada di pasar-pasar setempat.
“Tujuannya tidak lain dan bukan untuk memastikan para Pimwil (Pimpinan Wilayah Bulog) dan Pinsat (Pimpinan Pusat Bulog), serta Satgas Pangan dan teman-teman Bapanas di masing-masing daerah, untuk langsung mengecek harga sembako di pasar SP2KP,” ujar Rizal saat memimpin pemantauan.
Dalam kegiatan tersebut, Rizal mengecek keberadaan jajaran Bulog di pasar satu per satu. Ia juga meminta laporan langsung mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok dari sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.
Menurut Rizal, pemantauan sengaja dilakukan langsung dari pasar untuk memastikan petugas Bulog, Bapanas, dan Satgas Pangan turun ke lapangan. Dengan demikian, perkembangan harga kebutuhan pokok dapat diketahui secara langsung.
Sidak tersebut dilakukan secara serentak di pasar-pasar yang masuk dalam SP2KP di berbagai wilayah Indonesia. Khusus di Jakarta, Rizal terlebih dahulu meninjau Pasar Jatinegara sebelum melanjutkan pemantauan ke Pasar Rawamangun.
Harga Daging dan Cabai Naik
Dari hasil pemantauan di Jakarta, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun, Rizal menilai kenaikan tersebut masih belum terlalu signifikan.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain daging dan cabai. Harga beras premium juga tercatat mengalami sedikit peningkatan.
“Dari hasil temuan memang ada beberapa yang mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan, seperti daging, terus kemudian cabai yang biasa naik turun, dan sementara beras premium ada sedikit naik,” ungkap dia.
Di Pasar Rawamangun, Rizal memantau harga beras premium jenis Pandan Wangi yang berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram. Harga tersebut sedikit berada di atas HET beras premium Zona I yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.
“Harganya tadi diperkirakan, dilihat harganya adalah sekitar Rp15.000 sampai dengan Rp16.000. Dan ini tidak terlalu jauh dengan range harga HET yaitu Rp14.900,” ungkap dia.
Sementara itu, saat mengecek gerai Bulog di Pasar Jatinegara, Rizal sempat menanyakan harga sejumlah kebutuhan pokok kepada seorang pembeli bernama Asep.
Asep mengatakan membeli Minyakita seharga Rp15.500 dan gula Rp17.700. Harga tersebut merupakan hasil transaksi di gerai Bulog yang dikunjungi, bukan angka rata-rata harga di seluruh pasar.
HET Beras Premium dan Medium
Pemerintah menetapkan HET beras berdasarkan zona wilayah. Untuk Zona I, yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.
Sementara HET beras medium di wilayah tersebut sebesar Rp13.500 per kilogram. Adapun HET beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram.
Berdasarkan pemantauan Bapanas per 31 Agustus 2026, rata-rata harga beras premium secara nasional mencapai Rp16.084 per kilogram. Sedangkan rata-rata harga beras medium berada di level Rp13.626 per kilogram.
Perbedaan harga rata-rata nasional dengan HET tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Stok Beras Bulog Capai 5,4 Juta Ton
Dari sisi ketersediaan, Bulog hingga 2 September 2026 telah menyerap sekitar 3,7 juta ton beras. Angka tersebut mendekati target penyerapan Bulog sebesar 4 juta ton sepanjang tahun ini.
Pada periode yang sama, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog maupun gudang mitra mencapai sekitar 5,4 juta ton.
Dengan ketersediaan stok tersebut, Bulog akan terus melakukan intervensi apabila harga beras mengalami kenaikan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi pasar sekaligus memperbesar distribusi beras premium dan medium.
“Tujuannya tidak lain dan bukan untuk mencegah terjadinya kenaikan-kenaikan inflasi harga-harga sembako di seluruh tanah air. Nah ini kita akan lakukan tindakan pencegahan, yaitu dengan melakukan operasi pasar, sekaligus menyalurkan beras-beras premium dan beras medium baik ke pasar SP2KP maupun ke ritel-ritel modern,” ucap Rizal.
Menurut Rizal, operasi pasar akan terus dilakukan selama masih terdapat fluktuasi harga. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan beras tersedia dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik, kami lakukan operasi pasar. Sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































