REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aryadita kini tak perlu pergi jauh untuk menonton film Indonesia. Bioskop mini dengan tiket mulai Rp15 ribu telah hadir di lingkungan tempat tinggalnya, Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta Selatan.
Bagi perempuan berusia 27 tahun itu, kehadiran Jaksinema bukan sekadar tambahan fasilitas rusun. Bioskop tersebut membuka akses hiburan yang selama ini belum tentu terjangkau seluruh warga.
“Pastinya seneng, karena memudahkan warga yang ingin mendapatkan hiburan tontonan sekelas bioskop besar, apalagi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Aryadita kepada Republika, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, harga tiket bioskop komersial masih menjadi pertimbangan bagi sebagian warga. Jarak menuju pusat perbelanjaan juga membuat akses terhadap tontonan film tidak selalu mudah.
“Terlebih kan mungkin banyak warga yang kurang punya biaya atau akses ke bioskop, ini memudahkan banget,” ujarnya.
Jaksinema Pasar Rumput diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Senin (24/8/2026). Bioskop mini tersebut memiliki satu studio dengan kapasitas 43 kursi dan berada di area Tower 3 Rusun Pasar Rumput, terhubung langsung dengan Jakmart.
Harga tiket ditetapkan Rp15 ribu pada hari biasa dan Rp20 ribu pada akhir pekan. Sistem pembelian menggunakan mesin tiket yang terintegrasi dengan pembayaran QRIS.
Bagi Pemprov DKI Jakarta, fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan murah. Jaksinema juga menjadi bagian dari strategi memperluas ekosistem Jakarta Kota Sinema dengan mendekatkan ruang pemutaran film Indonesia ke kawasan permukiman.
“Ini melengkapi ikhtiar terwujudnya visi Jakarta Kota Cinema, dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia,” kata Rano.
Menurut dia, semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran, semakin besar pula peluang ekosistem film dan subsektor ekonomi kreatif lain untuk berkembang.
“Saya optimistis penguatan seperti ini akan turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta,” ujarnya.
Makin Dekat dengan Warga
Jaksinema hadir ketika minat masyarakat terhadap film Indonesia sedang tinggi. Berdasarkan data Cinepoint dan pelacakan film nasional yang disampaikan Pemprov DKI, sepanjang Januari hingga Juli 2026 sekitar 93 film Indonesia telah tayang dengan jumlah penonton mencapai 40.711.772 orang. Pangsa penonton film nasional disebut telah mencapai 67 persen pada 2026.
Rano menilai tingginya minat tersebut perlu diimbangi dengan semakin banyak ruang pemutaran yang mudah dijangkau.
“Karena itu, Jaksinema hadir lebih dekat kepada warga dan memberikan harga terjangkau,” katanya.
Kehadiran bioskop mini melengkapi kebijakan lain yang telah dijalankan Pemprov DKI untuk membangun ekosistem perfilman. Pada Juni 2026, Jakarta Film Commission resmi diluncurkan untuk memberikan layanan informasi, koordinasi, dan fasilitasi produksi film serta audiovisual di Jakarta.
Pemprov juga menghadirkan platform Filming in Jakarta sebagai layanan terpadu bagi pelaku produksi, mulai dari informasi lokasi hingga proses perizinan. Untuk memperkuat industri film nasional, pemerintah memberikan pengurangan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu sebesar 50 persen bagi tontonan film nasional melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026.
Dengan Jaksinema, kebijakan tersebut bergerak dari sisi produksi ke akses penonton. Film tidak hanya didorong untuk dibuat di Jakarta, tetapi juga diperluas ruang apresiasinya hingga mendekati lingkungan tempat warga tinggal.
Rano berharap konsep tersebut dapat dikembangkan di rumah susun lain. “Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat karena saya yakin di rusun banyak anak muda berbakat,” ujarnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widyanto mengatakan Jaksinema merupakan model bisnis baru yang akan dikembangkan di berbagai pasar melalui kerja sama dengan Layar Digi.
“Semoga ini bisa menjadi salah satu upaya diversifikasi bisnis kami, menghadirkan ruang hiburan yang terjangkau bagi masyarakat. Sekaligus memperkuat posisi pasar tradisional sebagai kawasan hunian modern, terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan warga Jakarta masa kini,” kata Agus.

1 hour ago
2















































