BKHIT Maluku Perketat Pengawasan Ekspor Tuna Loin

1 hour ago 1

Karantina Maluku perketat pengawasan ekspor tuna loin.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku meningkatkan pengawasan terhadap ekspor komoditas tuna loin untuk menjamin mutu dan keamanan pangan sebelum memasuki pasar internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan produk perikanan Maluku dapat diterima dengan baik di pasar global.

Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan mulai dari instalasi karantina hingga seluruh tahapan produksi agar sesuai dengan persyaratan ekspor. "Pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan menjadi kunci agar tuna loin asal Maluku dapat diterima dengan baik di pasar global," ujarnya di Ambon, Senin (27/4).

Pengawasan mencakup penanganan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyimpanan produk agar memenuhi standar internasional. Dalam kegiatan tersebut, inspektur karantina melakukan pemeriksaan sebagai bagian dari penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) yang berfokus pada mutu, keamanan pangan, dan ketertelusuran produk.

Selain itu, verifikasi sanitasi dan higienitas fasilitas produksi dilakukan, termasuk kebersihan ruang kerja, kelayakan peralatan, serta kepatuhan tenaga kerja terhadap prosedur biosekuriti. "Pendampingan kepada pelaku usaha terus kami lakukan agar mereka memahami dan mampu menerapkan standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. Ini penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Maluku," tambahnya.

Berdasarkan data, nilai ekspor perikanan Maluku pada 2025 diproyeksikan mencapai 54,30 juta dolar AS, meningkat dari 44,79 juta dolar AS pada 2024. Komoditas utama yang diekspor meliputi tuna segar dan beku serta udang vaname dengan tujuan pasar antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|