BNPB Minta Malaysia-Singapura tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla di Kalimantan

4 weeks ago 46

Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru dan personel TNI menarik selang saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026). Satgas darat dan udara karhutla Riau terus berupaya memadamkan kebakaran di dua lokasi, yakni Desa Rimbo Panjang seluas 4 hektare dan Desa Pagarayung seluas 10 hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pasalnya, karhutla tidak mengenal batas negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, peristiwa karhutla tidak selalu dibatasi dengan administrasi maupun batas negara. Karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata dia, Ahad (23/8/2026).

Berton memahami adanya kekhawatiran sejumlah negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap dari karhutla yang terjadi di Kalimantan. Karena itu, pemerintah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla tersebut.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|