Presiden AS Donald Trump, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, PM Albania Edi Rama, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian, Institut Perdamaian AS, Washington DC, Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Perang terhadap Iran memperlambat kemajuan terbatas yang dicapai proyek Presiden AS Donald Trump yang dikenal sebagai "Dewan Perdamaian".
Sebuah inisiatif yang diajukan dalam kerangka perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Washington antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu, dengan tujuan membangun kembali Gaza dan memperkuat stabilitas di daerah-daerah yang terkena dampak konflik.
Sebanyak 16 negara menyumbang lebih dari 24 miliar dolar AS. Di antaranya Amerika Serikat. Pada bulan Februari, Amerika Serikat menjanjikan sekitar 10 miliar dolar AS untuk Dewan tersebut.
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh situs Politico, Dewan tersebut telah membuat rekening di Bank Dunia dan Bank JP Morgan Chase.
Pemerintah AS mulai bekerja sama dengan negara-negara yang berjanji untuk memberikan informasi transfer bank yang diperlukan, yang menunjukkan bahwa janji keuangan tersebut belum diwujudkan dalam bentuk pendanaan yang sebenarnya.
Laporan tersebut menunjukkan inisiatif ini telah mendapatkan momentum awal dengan tindak lanjut langsung dari utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang terlibat dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan gencatan senjata dan pengaturan pasca-perang di Gaza.
Namun, aktivitas ini mulai mereda dengan pecahnya perang terhadap Iran, terutama dengan kesibukan Witkof dan Kushner dengan isu-isu regional lainnya, seperti konfrontasi dengan Teheran dan perang di Ukraina.

1 hour ago
2
















































