BP Taskin: Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari.

Gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB itu berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Hingga pukul 15.00 WIB, data sementara dari lapangan mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan.

Ratusan rumah warga, fasilitas umum, puskesmas, dan rumah sakit di Mbay dan Maumere mengalami kerusakan. Sekitar 2.000 warga juga terpaksa mengungsi secara mandiri.

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Budiman.

Menurut Budiman, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” ujarnya.

Penanganan di lapangan saat ini melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya.

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.

Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50 ribu paket sembako bagi masyarakat terdampak.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|