BPJS Kesehatan Wilayah VI Genjot Layanan JKN Berbasis AI

11 hours ago 3

BPJS Kesehatan Wilayah VI Genjot Layanan JKN Berbasis AI

Media Gathering BPJS Kesehatan di Ballroom Artotel Leguna, Magelang, Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026).

MAGELANG—BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI terus memperkuat transformasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui berbagai inovasi, mulai dari penguatan layanan preventif, kesehatan mental, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem klaim.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Media Gathering BPJS Kesehatan di Ballroom Artotel Leguna, Magelang, Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026).

Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga, menegaskan pentingnya pergeseran layanan kesehatan dari pola kuratif menuju promotif-preventif. Menurutnya, deteksi dini penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi menjadi kunci menekan beban pembiayaan kesehatan.

“Deteksi dini penyakit kronis sangat krusial. Jika ditemukan lebih awal, komplikasi berat bisa dicegah dan biaya jauh lebih efisien dibandingkan kasus yang sudah kronis,” ujar Rahmad.

Sepanjang 2025, program skrining kesehatan nasional disebut telah menjangkau hampir 60 juta peserta. BPJS Kesehatan juga mulai mengoptimalkan teknologi digital dengan mengirimkan pengingat kepada peserta berisiko melalui WhatsApp Blast agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Jaminan Kesehatan Jiwa dan Tren Gen Z

BPJS Kesehatan juga memperluas layanan kesehatan jiwa dalam Program JKN, mulai dari konsultasi psikolog di FKTP hingga rujukan ke psikiater di rumah sakit.

Data skrining menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan Generasi Z, dengan sekitar 40% peserta skrining terindikasi memiliki beban psikologis yang perlu perhatian lebih lanjut.

Namun, penjaminan tersebut tetap dibatasi pada gangguan jiwa medis dan tidak mencakup kasus kedaruratan akibat upaya bunuh diri.

Skema Gotong Royong Lewat CSR

Untuk memperluas kepesertaan, BPJS Kesehatan Wilayah VI juga mengembangkan skema pembayaran iuran kolektif melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), kolaborasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, hingga organisasi sosial.

Di DIY, salah satu rumah sakit swasta bahkan telah berkomitmen menanggung iuran sekitar 1.000 warga melalui dana CSR.

Inovasi 8 Quick Wins Berbasis Digital

BPJS Kesehatan turut memperkenalkan strategi 8 Quick Wins yang mencakup layanan berbasis kebutuhan peserta, seperti PANDAWA 24 jam, REHAB (cicilan iuran), Prolanis Muda, hingga Intelligent Claim berbasis AI untuk mempercepat proses klaim.

Program ini juga mendukung kebijakan pemerintah seperti pemantauan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dan layanan kesehatan di wilayah terpencil melalui kerja sama lintas sektor.

Cakupan JKN Hampir Merata

Asisten Deputi Kepesertaan & Mutu Layanan Wilayah VI, Henri Army Iriawan, menyampaikan bahwa cakupan JKN telah mencapai 98,94% secara nasional dengan tingkat keaktifan 79,86%.

Di wilayah Jateng-DIY, kepesertaan mencapai 41,7 juta jiwa atau 98,49%, sementara DIY mencatat tingkat keaktifan tertinggi sebesar 90,81%.

Meski demikian, terdapat sejumlah pemerintah daerah di Jateng-DIY yang mengalami penurunan status keaktifan akibat pengurangan anggaran, sehingga belum memenuhi standar UHC secara optimal.

Integrasi Layanan Publik

Saat ini, kepesertaan aktif JKN menjadi syarat dalam berbagai layanan publik seperti pengurusan SIM, SKCK, hingga layanan haji dan umrah, sesuai kebijakan integrasi berbasis NIK.

BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165 untuk memudahkan akses peserta.

“Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi instrumen penting untuk mencegah masyarakat jatuh miskin dan mendukung Indonesia Emas 2045,” kata Rahmad. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|