Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas saat berbincang dengan Republika di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/7/2025).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas mengatakan bahwa setiap bangsa dan negara ingin bangsa dan negaranya merdeka serta berdaulat. Hal itulah yang belum didapat oleh Iran karena selalu diusik, direcoki dan diintervensi oleh Amerika Serikat (AS).
"Untuk itu agar bangsa dan negaranya bisa kuat dan mandiri, Iran membangun dan mendidik putra-putri terbaik mereka dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga membuat negara mereka bergerak maju," kata Buya Anwar kepada Republika, Selasa (3/3/2026)
Ia menambahkan, tetapi hal itu pulalah yang membuat AS khawatir dan ketakutan. Karena jika Iran berkembang menjadi negara maju, maka AS jelas akan kehilangan hegemoninya, tidak hanya kehilangan hegemoni atas Iran saja tapi juga terhadap negara-negara Arab lainnya seperti Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA) dan lain-lain yang semuanya merupakan negara yang kaya dengan minyaknya.
Untuk menghambat gerak maju Iran, maka mulailah AS melakukan intervensi melalui berbagai cara dan rekayasa untuk membuat Iran mau tunduk dan patuh kepadanya. Tetapi ternyata Iran tidak sebodoh itu. Iran tidak mau terjebak dengan permainan yang diciptakan AS, sehingga membuat Donald Trump marah dan meminta dunia untuk mengucilkan Iran dengan menuduh Iran akan membuat senjata nuklir.
"Isu tersebut tentu saja termakan oleh negara-negara Barat dan lainnya, akhirnya AS dengan kekuatan sekutunya memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran yang sangat berdampak buruk terhadap perekonomian dan kehidupan sehari-hari rakyatnya," ujar Buya Anwar.

4 hours ago
2

















































