REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 714.569 jiwa hingga 22 Agustus 2026. Jumlah tersebut setara dengan 47,52 persen dari total populasi kabupaten yang mencapai 1,5 juta jiwa.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan program ini sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. "Kami bekerja keras agar Program CKG berjalan sukses dan Lebak dapat meraih peringkat pertama di Banten dengan target 65 persen dari jumlah penduduk," ujarnya di Lebak, Senin.
Gencarkan Layanan di Berbagai Lini
Untuk mencapai target tersebut, Dinkes Lebak menggencarkan pelaksanaan CKG di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, BUMN, BUMD, Polri, TNI, dan kalangan penegak hukum. Tidak hanya itu, pemeriksaan juga menyasar pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Cakupan pemeriksaan CKG dilakukan secara masif di berbagai lokasi strategis. Kegiatan ini merambah ke sekolah-sekolah, majelis pengajian, lingkungan permukiman warga, pondok pesantren, dan organisasi kemasyarakatan. Momen Hari Bebas Kendaraan (CFD) pada akhir pekan serta berbagai kegiatan pameran juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan CKG secara langsung di fasilitas kesehatan. Tercatat ada 44 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan pos kesehatan desa (poskesdes) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak yang siap melayani pemeriksaan.
Deteksi Dini Cegah Penyakit Akut
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya setiap hari melayani 50 hingga 70 peserta CKG. Mayoritas peserta yang mendaftar berasal dari pemukiman masyarakat di kelurahan dan pedesaan.
Sudiarto menekankan bahwa program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini sangat penting untuk mengetahui faktor risiko penyakit. Pemeriksaan ini meliputi deteksi dini terhadap hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, hingga obesitas sentral atau lingkar perut.
"CKG bertujuan untuk melakukan deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang berpotensi berkembang menjadi penyakit akut. Kami meminta masyarakat dapat membudayakan pemeriksaan CKG," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
4

















































