Capek Terus Tanpa Sebab? Waspada Anemia hingga Alergi Makanan

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 20:17 WIB

Capek Terus Tanpa Sebab? Waspada Anemia hingga Alergi Makanan

Kelelahan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kelelahan adalah hal yang wajar dirasakan setiap orang setelah beraktivitas. Namun, ketika rasa lelah datang terus-menerus tanpa sebab yang jelas, Anda perlu waspada karena bisa jadi itu tanda adanya masalah serius.

Kelelahan atau fatigue dapat didefinisikan sebagai kelelahan parah yang membuat Anda sulit bangun di pagi hari dan menjalani aktivitas. Anda mungkin ingin tidur seharian, tetapi tidur tidak membuat tubuh Anda segar kembali. Bagi masyarakat awam, penting untuk memahami perbedaan antara kelelahan biasa dan kelelahan kronis yang memerlukan perhatian medis.

Melansir dari WebMD, ada beberapa gejala yang bisa mengarah pada kelelahan. Pertama, kurang energi, kelelahan mental atau fisik yang membuat orang sulit menjalani hari. Kondisi ini memengaruhi kemampuan bekerja atau aktivitas lain. Kedua, mengantuk, Anda mungkin harus berjuang untuk tetap terjaga. Anda sudah tidur tapi rasanya masih lelah.

Ketiga, susah berpikir, susah fokus, mengingat sesuatu, sulit memberikan atensi pada sesuatu. Keempat, apatis, merasa kehilangan minat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. Jika Anda merasakan gejala-gejala ini secara terus-menerus, sudah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Banyak kondisi yang memicu kelelahan, ada yang bersifat sementara dan kronis atau berlangsung selama enam bulan lebih. Pertama, kebiasaan sehari-hari.

Melansir dari Cleveland Clinic, penyebab kelelahan terus-menerus bisa jadi diet minim gizi seimbang, stres, jarang bergerak, dan konsumsi alkohol berlebihan. Kedua, gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, narkolepsi, dan gangguan tidur akibat shift kerja dapat memicu kelelahan jangka panjang dan kelelahan ekstrem.

Ketiga, anemia, terutama anemia akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan. Anda patut curiga akan gejala anemia saat kelelahan diikuti dengan palpitasi jantung, napas pendek, dan kulit pucat.

Keempat, alergi makanan. Makanan seharusnya memberikan energi, namun pada mereka yang memiliki alergi atau intoleransi makanan tertentu dapat memicu efek sebaliknya. Kelelahan bisa jadi tanda bahaya. Pada penyakit Celiac atau kondisi tubuh tidak bisa mencerna gluten, kelelahan bisa menandakan kekambuhan.

Kelima, infeksi. Banyak infeksi dapat memicu kelelahan seperti mononukleosis, HIV, Covid-19, influenza, radang paru-paru (pneumonia) dan penyakit Lyme. Keenam, masalah jantung dan paru-paru seperti penyakit jantung, sindrom takikardia ortostatik postural, penyakit paru obstruktif kronik, empisema, dan gagal jantung kongestif.

Ketujuh, masalah kesehatan mental. Tak hanya masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental pun dapat membuat seseorang lelah terus-menerus. Kondisi ini meliputi depresi, kecemasan, dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Jangan abaikan rasa lelah yang berkepanjangan, karena bisa jadi itu adalah sinyal tubuh yang membutuhkan perhatian serius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|