Uang THR. (ilustrasi). Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi sumber dana utama untuk berbagai kebutuhan saat Lebaran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi sumber dana utama untuk berbagai kebutuhan saat Lebaran. Namun, tanpa perencanaan yang baik, dana tersebut bisa habis sebelum waktunya. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengelola THR dengan cara yang bijak.
Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Soetikno mengatakan kebutuhan saat Hari Raya antara orang yang sudah berkeluarga dan yang masih lajang bisa berbeda. Namun demikian, hal utama yang perlu dilakukan oleh keduanya adalah mengidentifikasi seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan Hari Raya.
"Setiap pengeluaran tersebut harus disusun berdasarkan tingkat prioritasnya. Penting kita mengidentifikasi pengeluaran hari rayanya apa saja, lalu kemudian diatur prioritasnya," kata Mike saat dihubungi Republika, Kamis (5/3/2026).
Untuk lebih jelasnya berikut rincian pengelolaan THR yang bijak bagi yang masih lajang atau pun menikah menurut Mike:
1. Prioritaskan pos amal
Pos pengeluaran pertama yang harus diprioritaskan adalah amal, khususnya zakat fitrah maupun zakat mal. Menurut Mike, pos ini berlaku bagi mereka yang lajang ataupun sudah berkeluarga.
Selain zakat, masyarakat juga dapat mengalokasikan dana untuk infak, sedekah, serta tradisi berbagi kepada keluarga atau kerabat. Namun, pengeluaran untuk pos amal ini disarankan tidak melebihi 20-25 persen dari total THR.
"Jadi jika seseorang menerima THR sebesar Rp10 juta, misalnya, maka maksimal sekitar Rp2 juta dapat dialokasikan untuk zakat, infak, sedekah, serta tradisi berbagi," kata Mike.

2 hours ago
2
















































