Pemerintah menargetkan pendapatan negara dan belanja negara meningkat pada 2027.
Rep: Dian Fath Risalah,Dian Fath Risalah,Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Presiden RI Prabowo Subianto saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
Dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat, Presiden menegaskan pemerintah memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita pemerintah yaitu anggaran yang berimbang.
“Dan ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi,” kata Presiden.
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026.
Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.
sumber : ANTARA

6 hours ago
10













































