Dewan Keamanan Rusia Ingatkan Iran: Gencatan Senjata Kamuflase AS Siapkan Serangan Darat

3 hours ago 1

Seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat atau US Army.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Dewan Keamanan Rusia dalam pernyataan dikutip TASS pada Rabu (15/4/2026) mengingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel diduga menggunakan gencatan senjata dan perundingan sebagai kamuflase mempersiapkan serangan darat terhadap Iran. Diketahui masa gencatan senjata akan segera berakhir pada awal pekan depan.

"Amerika Serikat dan Israel bisa menggunakan negosiasi damai untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran, di mana Pentagon terus menambah jumlah pasukan AS di kawasan," demikian pernyataan resmi Dewan Keamanan Rusia.

Dewan Keamanan Rusia merujuk pada Pusat Komando Gabungan dari Angkatan Darat AS, yang mengungkap bahwa telah ada 50 ribu pasukan Amerika di kawasan, termasuk 2.500 marinir dari Korps Ekspedisi ke-11, lebih dari 1.200 prajurit dari Divisi Penerjun ke-82, dan pasukan khusus Delta dan Resimen Ranger ke-75.

"Juga ada sekitar 500 unit pesawat dari Angkatan Udara AS di lapangan udara di Timur Tengah, termasuk lebih dari 250 pesawat taktis, juga lebih dari 20 kapal dari Angkatan Laut AS. Seperti dinyatakan oleh Presiden AS Donald Trump, pasukan ini tetap berada di posisi 'dekat Iran' hingga Teheran memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Washington," tambah pernyataan Dewan Keamanan Rusia.

"Pengerahan dari Divisi Penerjun ke-82 ke Timur Tengah berlanjut. Kelompok penyerang amfibi dipimpin oleh kapal USS Boxer dengan 2.500 marinir dan satu kapal induk USS George H.W. Bush sedang bergerak menuju wilayah konflik. Waktu tiba di Laut Arab diperkirakan sama dengan masa dua pekan gencatan senjata."

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|